Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Pro Kontra Wacana Bekasi Mau Gabung Jakarta, Ridwan Kamil Minta Wartawan Cek Hal Ini

Wacana bergabungnya Kota Bekasi ke Provinsi DKI Jakarta menuai kontroversi publik. Berikut tanggapan Ridwan Kamil, warga, hingga Anies Baswedan.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Lailatun Niqmah
zoom-in Pro Kontra Wacana Bekasi Mau Gabung Jakarta, Ridwan Kamil Minta Wartawan Cek Hal Ini
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil memberikan keterangan kepada media terkait penetapan Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat, Iwa Karniwa sebagai tersangka dugaan kasus suap proyek Meikarta oleh KPK dalam konferensi pers, di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa (30/7/2019). Ridwan Kamil dalam keteranganya mengatakan, menunjuk pengganti Iwa Karniwa yakni Asisten Daerah I (Hukum dan Kesejahteraan), Daud Ahmad sebagai Pelaksana harian (Plh) Sekda Jawa Barat. TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN 

TRIBUNNEWS.COM - Wacana bergabungnya Kota Bekasi ke Provinsi DKI Jakarta menuai kontroversi publik.

Dilansir TribunWow.com, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pun memberikan tanggapan soal rencana Bekasi akan Gabung Jakarta itu.

Dikutip dari tayangan Lensa Malam, RTV, Rabu (21/8/2019), Ridwan Kamil membandingkan rencana Bekasi Gabung Jakarta dengan kondisi di Jawa Timur.

"Wartawan coba cek aspirasi yang mau pemekaran wilayah Cianjur, Bogor, biar imbang ya, Indramayu, wawancara semua," ujar Ridwan Kamil pada awak media.

Baca: Pilih Gabung Jadi Jakarta Tenggara Dibanding Bogor Raya, Wali Kota Bekasi: Kita Ini Betawi Medok

"Semua juga sama ingin pelayanan publik lebih baik, jadi menurut saya aspirasi silakan."

"Tapi ada prosedur dan aturan yang harus dilalui, per hari ini yang namanya pemekaran wilayah kan dimoratorium oleh pemerintah pusat," sambung Ridwan Kamil.

Pria yang kerap disapa Kang Emil itu menyebutkan bahwa Provinsi Jawa Barat memiliki jumlah wilayah ideal.

Rekomendasi Untuk Anda

"Jawa Barat 27 daerah, idealnya 40, karena Jawa Timur penduduknya hanya 40 juta, daerahnya 38."

"Jawa Barat penduduknya hampir 50 juta, daerahnya hanya 27, jadi kacamata kami pun wajar, rasional, untuk memberi pelayanan publik yang lebuh dekat," imbuh Ridwan Kamil.

 

Reaksi Warga Bekasi

BACA HALAMAN SELANJUTNYA>>>

Sumber: TribunWow.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas