Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
Tribun

VIRAL Video Ospek Mahasiswa Jalan Jongkok dan Minum Minuman yang Diludahi, Oknum Minta Maaf

Oknum mahasiswa yang melakukan perpeloncoan pada mahasiswa baru akhirnya meminta maaf. Berikut ini berita selengkapnya

Penulis: Muhammad Renald Shiftanto
Editor: Pravitri Retno W
zoom-in VIRAL Video Ospek Mahasiswa Jalan Jongkok dan Minum Minuman yang Diludahi, Oknum Minta Maaf
Capture Twitter
Tangkapan layar video viral ospek mahasiswa baru di Universitas Khairun. 

TRIBUNNEWS.COM - Telah viral sebuah video Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (Ospek) di sebuah kampus.

Dalam video yang viral tersebut, sejumlah mahasiswa baru (maba) mengalami perploncoan yang dilakukan para kakak tingkat.

Video tersebut memperlihatkan dua mahasiswa baru berjaket almamater kuning tampak menaiki tangga sambil jongkok.

Sementara beberapa kakak tingkat berada di samping dua maba sembari menggoda.

Baca: Kronologi Viral Ngesot Naik tangga hingga Minum Air Muntahan Ospek Mahasiswa Baru

Baca: Viral Video Ospek Mahasiswa Baru, Disuruh Jalan Jongkok dan Berbagi Air Minum yang Telah Diludahi

Kemudian para senior yang menggunakan baju berwarna biru gelap mengelilingi maba sambil tertawa.

Menurut penelusuran tim Tribunnews, kejadian tersebut terjadi di Universitas Khairun Ternate.

Setelah viralnya video tersebut, dekan dari Fakultas Perikatan dan Kelautan Universitas Khairun Ternate meminta maaf atas kejadian perpeloncoan tersebut

Berita Rekomendasi

"Saya atas nama dekan dari Fakultas perikanan dan Kelautan Universitas Khairun Ternate meminta maaf. Mudah mudahan tidak terjadi lagi kejadian seperti ini, dan akan menindak tegas kepada oknum mahasiswa yang terlibat dalam kejadian tersebut," ucapnya pada video yang diunggah akun Instagram @mahasiswaunkhair.

Selain itu, dua mahasiswa yang melakukan tindakan perpeloncoan tersebut juga meminta maaf di video yang berbeda.

Kedua mahasiswa tersebut meminta maaf kepada mahasiswa baru Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Khairun Ternate.

Tak hanya kepada mahasiswa baru, dua mahasiswa tersebut juga meminta maaf kepada orang tua dan wali, hingga kepada seluruh alumni yang merasa tidak nyaman atas kegiatan tersebut.

"Dengan ini kamu berdua meminta maaf kepada mahasiswa baru Fakultas Perikanan dan kelautan Universitas Khairun," kata dua mahasiswa dalam video tersebut.

Dilansir Kompas.com, Jumat (29/8/2019), Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristek Dikti Ismunandar mengatakan, pihaknya telah menelusuri video yang viral tersebut.

Ismunandar juga membenarkan bahwa kejadian tersebut berada di Universitas Khairun.

"Sudah saya cek ke kampusnya. Betul di Unkhair (Universitas Khairun)," kata Ismunandar saat dihubungi Kompas.com, Jumat (30/8/2019).

Ismunandar mengatakan bahwa tindakan seperti yang terekam dalam video tersebut.

Ia menjelaskan, Kemenristek Dikti sebenarnya telah memberikan panduan terkait Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB).

Ismunandar memaparkan bahwa perguruan tinggi tidak diperbolehkan mengembangkan model pengenalan kampus sesuai dengan interpretasi masing-masing yang dapat membuat terjadinya penyimpangan antara aktivitas perpeloncoan oleh senior.

"Demikian juga perguruan tinggi tidak diperbolehkan mengembangkan model pengenalan kampus sesuai dengan interpretasi masing-masing sehingga terjadi penyimpangan antara lain aktivitas perpeloncoan oleh senior, kekerasan fisik, dan atau psikis yang dapat berakhir dengan adanya korban jiwa. Tentu saja dapat menimbulkan kecemasan, kekhawatiran, dan ketakutan bagi mahasiswa baru, orangtua dan masyarakat pada umumnya," papar Ismunandar.

Pelaku Perpeloncoan Bisa Menerima Hukuman

Dikutip dari Tribun Jogja, membentak adik tingkat adalah upaya untuk melanggengkan fasisme.

Perlu diingat, tindakan kekerasan yang terjadi dalam kegiatan di lingkungan pendidikan bisa dituntut dengan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP).

Begini isi lengkap pasal 335 KUHP yang bisa menjerat pelaku perundungan itu.

Pasal 335 KUHP

(1) Diancam dengan pidana penjara paling lama atau tahun atau denda paling banyak tiga ratus rupiah;

Ke-1: barangsiapa secara melawan hukum memaksa orang lain supaya melakukan atau membiarkan sesuatu, dengan memakai kekerasan, sesuatu perbuatan lain maupun perlakuan yang tak menyenangkan,

atau dengan memakai ancaman kekerasan, sesuatu perbuatan lain maupun perlakuan yang tak menyenangkan, baik terhadap orang itu sendiri atau orang lain.

Ke-2: barangsiapa memaksa orang lain supaya melakukan, tidak melakukan atau membiarkan sesuatu dengan ancaman pencemaran atau pencemaran tertulis.

(2) Dalam hal diterangkan ke-2, kejahatan hanya dituntut atas pengaduan orang yang terkena.

(Tribunnews.com/ Renald/Sri Juliati)(Kompas.com/Mela Arnani)

Sumber: TribunSolo.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
© 2025 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas