TERKINI Rusuh Jayapura: Aktivitas Sudah Normal, Ratusan Calon Polisi Bersihkan Puing Sisa Kerusuhan
Kabar terkini pasca kerusuhan di Jayapura, aktivitas masyarakat sudah normal pada Sabtu (31/8/20). Ratusan calon polisi bersihkan puing sisa kerusuhan
Penulis: Miftah Salis
Editor: Sri Juliati
Hal ini terlihat dari aktivitas di Pasar Youtefa.
Pasar tersebut merupakan pasar induk di Kota Jayapura.
Aparat setempat memberikan imbauan kepada para pedagang untuk kembali berjualan.
"Kapolsek sudah mengimbau agar semua pedagang, toko-toko kembali buka, mereka menjamin keamanan," kata seorang pedagang bernama Hasan, dikutip dari Kompas.com.
Aktivitas di jalan raya sudah kembali norman dengan banyaknya kendaraan yang berlalu lalang.
Sementara itu, pantauan kontributor Tribunnews, ratusan calon polisi atau SPN Polda Papua juga melakukan kerja bakti.
Ratusan siswa tersebut membersihkan puing-puing bekas kerusuhan di sekitar Kota Jayapura dengan didampingi oleh pembimbing.
“Sebanyak 463 siswa SPN Polda Papua yang didampingi oleh para pembimbing/pelatih, membersihkan sampah-sampah dan puing-puing bekas pembakaran yang ada di jalan dan di pinggir jalan yang diakibatkan oleh massa pengunjuk rasa yang anarkis pada hari Kamis lalu,” ujar Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Mustofa Kamal, Sabtu (31/8/2019).
Beberapa lokasi menjadi titik pembersihan seperti Dok IX, Dok VIII, Dok V atas dan Bawah, Kota dan sekitaran Pelabuhan.
Situasi Kota Jayapura kini semakin kondusif.
Baca: Presiden Jokowi Bereaksi, Kata Wiranto Ada Penumpang Gelap Rusuh di Papua
Baca: Polda Jatim Tetapkan Seorang Pegawai Kecamatan Jadi Tersangka Baru Ujaran Kebencian Mahasiswa Papua
Pembersihan dilakukan dengan tujuan untuk memperlancar aktivitas pengguna jalan dan masyarakat.
Kamal mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban.
“Kami mengimbau kepada masyarakat agar tetap menjaga kamtibmas di Tanah Papua, khususnya di wilayah Jayapura dan sekitarnya."
"Agar tidak melaksanakan mobilisasi massa sehingga tidak terjadi provokasi, kekerasan, perusakan dan pembakaran terhadap barang dan orang,” katanya.