Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Duel Pakai Clurit Disaksikan Teman-temannya, Siswa SMK Ini Meregang Nyawa

Seorang pelajar SMK berinisial A (17) tewas setelah terlibat duel satu lawan satu pakai celurit di kawasan Gunungputri, Kabupaten Bogor.

Duel Pakai Clurit Disaksikan Teman-temannya, Siswa SMK Ini Meregang Nyawa
Dok Polres Bogor
Kapolres Bogor, AKBP Andi M Dicky saat rilis kasus pelajar duel satu lawan satu, Senin (2/9/2019) 

TRIBUNNEWS.COM - Seorang pelajar SMK berinisial A (17) tewas setelah terlibat duel satu lawan satu pakai celurit di kawasan Gunungputri, Kabupaten Bogor.

Kepala Dinas Kabupaten Bogor, Entis Sutisna mengatakan bahwa kewenangan sekolah tingkat SMA sederajat kini sudah ditangani oleh Provinsi Jawa Barat.

Dinas pendidikan tingkat Kabupaten, kata dia, tidak bisa turut campur dalam pengelolaan dan kesiswaan sekolah tingkat SMA atau SMK.

"Ini kendala memang, salah satu PR saya nanti akan disampaikan ke bupati agar ditinjau ulang bagaimana nanti ditinjau dengan gubernur tentang pengelolaan SMA atau SMK," ujarnya kepada TribunnewsBogor.com, Senin (2/9/2019).

Baca: Kronologis Tewasnya Seorang Pelajar Usai Terlibat Duel dengan Pelajar Lain Disaksikan Teman-temannya

Ia berharap ada regulasi baru untuk Dinas Pendidikan tingkat Kabupaten agar bisa melakukan tindakan pencegahaan siswa tingkat SMA tawuran.

Sebab, kata dia, sekolah tingkat SMA sederajat selama ini jauh dari pantauan provinsi.

"Satu kewajiban saja untuk pembinaan ke sekolah-sekolah SMA/SMK. Kalau itu diizinkan, paling tidak kita bisa berkunjung, memantau sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Bogor terkait SMA dan SMK," katanya.

Berbeda dengan sekolah tingkat SMP sederajat, ia mengaku sudah melakukan pembinaan melalui kasi-kasi dan kepala sekolah.

Baca: Duel Gunakan Senjata Tajam Paman Lawan Ponakan, Dua-Duanya Akhirnya Tewas

Termasuk pemberlakuan Satgas Pelajar yang tersebar di masing-masing titik di setiap kecamatan.

"Hanya (Satgas Pelajar) ada yang sudah maksimal dan belum. Ini yang kita masih evaluasi. Mereka masih bersifat sukarela dan ke depan kita ingin satgas-satgas ada insentif lah dari Pemda agar mereka lebih semangat bekerjanya," ungkapnya.

Kronologi Kejadian

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Sugiyarto
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas