Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Benda Purbakala Tersingkap Saat Pembangunan Rest Area di Dieng

Ada batuan berukir seperti hiasan pada puncak pagar keliling candi hingga ada batuan yang mirip pondasi atau kaki candi

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Benda Purbakala Tersingkap Saat Pembangunan Rest Area di Dieng
istimewa
temuan batuan candi di lokasi proyek rest area Dieng Wetan saat penggalian dengan alat berat 

Karenanya, menurut Aryadi, masuk akal jika temuan batuan candi ini diduga adalah material Candi Prau dan situs Watu Kelir yang hilang.

Aryadi pun mengaku pernah melihat potret Candi Prau saat masih berdiri kokoh di tempatnya.

Dalam potret itu, candi yang konon lebih gagah dari candi Arjuna itu masih utuh.

Hanya kemuncaknya masih terlihat ditumbuhi tanaman liar.

"Sepertinya lebih besar dari candi Arjuna," katanya

Candi itu diduga sengaja dibongkar di era kolonial Belanda untuk pembangunan jalan akses yang menghubungkan tempat-tempat lain di kawasan Dieng.

Baca: Bikin Keributan di Hotel Candidasa, Belasan Aparat Diturunkan Atasi Seorang Bule Belanda

Pasalnya, menurut Aryadi, saat candi Dieng ditemukan, kawasan yang meliputinya masih tergenang air atau berupa rawa.

Rekomendasi Untuk Anda

Agar bisa dilalui, kata dia, orang Belanda membuat akses dengan cara menimbun genangan itu menggunakan material bebatuan.

Tentunya, butuh material banyak untuk pengerasan lahan berawa itu.

Candi Prau dan situs Watu Kelir yang berada di dekat lahan itu konon ikut dirobohkan dan diambil materialnya untuk menimbun genangan.

Batu-batu itu lantas ditumpuk hingga jalan akses terbentuk untuk lalu lalang mereka.

Baca: Kisah Timin, Pria Penderita Gangguan Jiwa yang Kini Tinggal Bersama Bupati Banjarnegara

Selain itu, Belanda juga membuat parit-parit untuk kepentingan pembangunan kawasan itu.

Jalan raya Dieng Kulon Banjarnegara dan Dieng Wetan Wonosobo pun konon dibangun dengan tatanan batuan candi.

"Jalan Dieng yang sekarang itu konon di bawahnya juga tumpukan batuan candi,"katanya

Entah apa alasan Belanda harus meruntuhkan bangunan candi untuk membangun akses di Dieng.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas