Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Ayah Terduga Teroris di Bekasi Blak-Blakan Soal Anak dan Menantunya

AR yang berasal dari Kabupaten Cianjur memang merantau ke Bandung lalu pindah Bekasi untuk mencari rezeki

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Ayah Terduga Teroris di Bekasi Blak-Blakan Soal Anak dan Menantunya
Tribun Jabar/Ferri Amiril Mukminin
Rosid (45), ayah dari terduga teroris AR (21). Tribun Jabar/Ferri AM 

Rosid tak berpikir anaknya melakukan hal negatif.

Ia hanya berpesan agar anaknya pulang jika tak ada pekerjaan di perantauan.

Selain itu, terduga teroris asal Cianjur ini juga mengikuti pengajian.

Baca: Potret Roger Danuarta Berangkat Pengajian Bareng Ayah Cut Meyriska

Ketika ditanya materi apa yang dipelajari, jawaban AR tidak membuat Rosid curiga.

"Kalau saya bertanya materi apa yang ia ikuti di pengajian, ia selalu menjawab dari balik telepon mempelajari Alquran dan Assunah waljamaah," ucapnya.

Rosid menyebut anaknya ikut perkumpulan yang agenda pertemuannya rutin.

"Saya pikir seperti pengajian di kampung saja, saya selalu bilang untuk berhati-hati bergaul, anak saya selalu menjawab seadanya dan saya pun tak terlalu curiga," kata Rosid.

Rekomendasi Untuk Anda

Komunikasi Rosid dan AR hanya dilakukan melalui telepon karena terbatas jarak.

Ia juga jarang menelepon sang anak karena penghasilannya sebagai kuli bangunan terbatas.

Merantau Cari Uang

AR tak melanjutkan lagi sekolah setelah tamat SMP.

Pemuda warga Kampung Sirnasari RT 06/06, Desa Cisujen, Kecamatan Takokak, Kabupaten Cianjur ini langsung meminta kepada sang ayah, R (45) untuk pergi merantau ke kota mencari uang.

Melihat keinginan sang anak, ayah AR pun hanya bisa mendoakan agar AR sehat selama di perantauan mencari uang.

Di usianya yang masih remaja, AR pun membulatkan tekadnya untuk pergi ke Bandung.

Berbekal ijazah SMP, AR sempat kesulitan mencari pekerjaan dan harus bersaing dengan pencari kerja lain di kota besar yang kebanyakan lulusan SMA.

Lama mencari kerja, AR melipir ke daerah Cimahi dan mendapat pekerjaan sebagai pelayan toko oleh-oleh di rest area tol.

Baca: Sri Mulyani Senang Dengan Pembangunan Jalan Tol di Kota Masa Kecilnya

"Anak saya hanya tamat SMP, ia langsung ingin bekerja mencari uang mungkin ingin membantu saya yang hanya kuli bangunan ini, ia pamit ingin pergi ke Bandung dan tak melanjutkan sekolah," ujar ayah AR, Rosid (45).

Rosid yang tak sering menelepon karena penghasilannya terbatas, sempat mendapat keterangan anaknya berpindah-pindah pekerjaan di Bandung.

"Dari pelayan toko oleh-oleh di rest area, saya mendengar anak saya juga sempat bekerja di tempat pembuatan boneka di Rancamalang," ujar Rosid.

Hingga akhirnya beberapa bulan yang lalu, Rosid mendapat kabar anaknya pindah ke daerah Bekasi dan bekerja di tempat galon air kemasan isi ulang.

"Karena di rumah saya juga harus mengurus istri anak dan orangtua yang sudah lanjut, kadang saya hanya mendoakan anak saya sehat di tempat baru ia bekerja," kata Rosid.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 4/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas