Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Terduga Teroris yang Ditangkap Densus 88 di Cirebon Diketahui Sering Berkomunikasi Dengan Narapiter

Densus 88 Antiteror Polri kembali mengamankan terduga teroris di Kota Cirebon, Jawa Barat, Senin (14/10/2019) malam.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Terduga Teroris yang Ditangkap Densus 88 di Cirebon Diketahui Sering Berkomunikasi Dengan Narapiter
Tribuncirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi
Sejumlah petugas saat menggeledah rumah di kawasan Jalan Evakuasi, Kota Cirebon, Selasa (15/10/2019). 

Karenanya, usai menggeledah rumah S di kawasan Pronggol, Kota Cirebon, petugas langsung menggeledah rumah napiter tersebut.

Namun, petugas belum menemukan barang bukti dari penggeledahan di dua rumah itu.

"Mengenai napiter itu kami belum tahu. Itu kewenangan Densus 88," kata Roland Ronaldy.

 Artikel ini telah tayang di Tribuncirebon.com dengan judul Terduga Teroris Jaringan JAD Ditangkap di Kota Cirebon Diduga Sering Berkomunikasi Dengan Napiter 

Penjual es keliling

Tim Densus 88 Antiteror Polri menangkap terduga teroris di Kota Cirebon, Jawa Barat, Minggu (13/10/2019) malam sekira pukul 19.00 WIB.

Terduga teroris berinisial B diamankan dari rumahnya di Kampung Pagongan, RT 01 RW 03, Kelurahan Panjunan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon.

Rekomendasi Untuk Anda

Menurut Ketua RW 03 Kelurahan Panjunan, Sarif Rahman, sehari-hari B dikenal sebagai penjual es keliling.

Baca: Ngabalin: Ini Kepala Negara, Gak Bisa Orang Main Ancam

"Pagi berangkat jualan es keliling sampai sore baru pulang, setiap hari begitu," kata Sarif Rahman kepada Tribun Jabar, Senin (14/10/2019).

Ia mengatakan, B biasa berkeliling menjajakan es menggunakan gerobak.

Namun, Sarif mengaku tak mengetahui ke mana saja B berkeliling berjualan es setiap harinya.

"Orangnya juga tidak tertutup, sering mengobrol dengan warga sini," ujar Sarif Rahman.

Baca: Istri Anggota Kodim Wonosobo Tambah Daftar Anggota TNI Dihukum, Kaitkan Penusukan dengan Drama Korea

B sendiri merupakan pendatang, sedangkan istrinya adalah warga asli Kelurahan Panjunan.

Menurut dia, B pindah dari Jakarta ke Kelurahan Panjunan kira-kira sejak satu tahun yang lalu.

Selama itu, kata Sarif, tak ada aktivitas mencurigakan yang dilakukan B.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 2/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas