Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Proses Belajar Mengajar Tiga Sekolah Sempat Llumpuh di Woyla Timur

Kawasan Woyla Timur memang merupakan salah satu kecamatan di Aceh Barat yang sering dilanda banjir

Proses Belajar Mengajar Tiga Sekolah Sempat Llumpuh di Woyla Timur
SERAMBINEWS.COM/SA'DUL
Seorang bocah berdiri di genangan air banjir di depan rumah di kawasan Desa Blang Luah, Kecamatan Woyla Timur, Kabupaten Aceh Barat, Kamis (24/10/2019). 

TRIBUNNEWS.COM,  MEULABOH - Banjir yang melanda Kecamatan Woyla Timur, Aceh Barat sejak Kamis (24/10) lalu, dilaporkan pada Jumat (25/10) kemairn, telah surut.

Meski begitu, proses belajar mengajar (PBM) di tiga sekolah yang sempat lumpuh, hingga kemarin masih terganggu lantaran ruang kelas dipenuhi lumpur.

Untuk diketahui, dampak banjir yang menerjang kawasan Woyla Timur, Kamis kemarin, mengakibatkan tiga sekolah mencakup SDN Alue Meuganda, SMPN 3 Woyla Timur di Tuwi Empeuk, dan SDN Blang Luah, terpaksa meliburkan siswanya.

Pasalnya, ruangan dan halaman ketiga sekolah itu direndam air, sehingga proses belajar mengajar tidak bisa dilakukan.

Ternyata terganggunya PBM di sekolah tersebut masih berlanjut hingga Jumat kemarin.

Baca: Aceh dalam Perspektif Sebagai Pilar Kekuatan Kebangsaan NKRI

Walau banjir sudah surut, namun aktivitas belajar di sekolah itu belum bisa dilaksanakan seperti biasa, akibat masih adanya lumpur yang mengendap di lantai ruangan belajar.

“Saat ini banjir telah mulai surut, namun sebagian sekolah masih diliburkan akibat semua ruangan ada endapan lumpur yang belum dibersihkan,” kata Warjohan SSos, Camat Woyla Timur kepada Serambi, Jumat (25/10).

Ia mengakui, kawasan Woyla Timur memang merupakan salah satu kecamatan di Aceh Barat yang sering dilanda banjir, seperti yang terjadi pada Kamis kemarin.

Hanya saja, sebut dia, walau banyak rumah warga ikut terendam, namun tidak ada korban jiwa maupun warga yang mengungsi gara-gara banjir.

“Semua warga tetap memilih bertahan di rumah masing-masing,” ucapnya.

Halaman
12
Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas