Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

BKSDA Menduga Kuswanto Tewas Diterkam Macan Dahan Bukan Harimau

BKSDA SKW II Lahat tengah mendalami kasus tewasnya seorang warga Lahat akibat diterkam Harimau.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Dewi Agustina
zoom-in BKSDA Menduga Kuswanto Tewas Diterkam Macan Dahan Bukan Harimau
VIA Indianexpress
Ilustrasi harimau 

Sang wisatawan dikabarkan selamat dari amukan sang raja hutan.

Baca: Wisatawan Lihat Penampakan Harimau di Gunung Dempo Pagaralam

Saat ini diketahui kepolisian dan pemerintah sudah memberikan imbauan untuk tak berkemah di sekitar kaki Gunung Dempo.

Jauh dari peristiwa tersebut, Gunung Dempo sendiri memiliki banyak fakta dan kisah belum banyak diketahui.

Dikutip dari Tribunsumsel , berikut beberapa fakta lain dari Gunung Dempo:

Sosok Masumai Penjaga Gunung Dempo

Masumai, begitu sebutannya pada sesosok harimau yang menjelma menjadi manusia.

Ia bersemayam di hutan ataupun di Gunung Dempo.

Salah satu wisatawan yang diduga menjadi korban diterkam harimau dikawasan Gunung Dempo Kota Pa4garalam, Jumat (15/11/2019) malam.
Salah satu wisatawan yang diduga menjadi korban diterkam harimau dikawasan Gunung Dempo Kota Pa4garalam, Jumat (15/11/2019) malam. (SRIWIJAYA POST/WAWAN SEPTIAWAN)
Rekomendasi Untuk Anda

Sesekali memperlihatkan pada orang, dan masih dipercaya menjaga Gunung Dempo.

"Itu dulu ya. Sebuah kepercayaan. Mereka menyebutnya Masumai. Dia sesosok manusia harimau menjaga dan bersemayam di Gunung Dempo, atau puyang," kata pemerhati budaya, Mario Andramatik.

Kata dia, aliran-aliran kepercayaan ataupun ritual terhadap Gunung Dempo sekarang ini tidak ada.

Ritual atau tradisi mengagungkan, ucapan syukur, atau sebuah kebiasaan yang dilakukan masyarakat terhadap gunung tersebut sudah tidak ada lagi.

Hal sama juga diungkapkan Vebri Al Lintani.

Baca: Wisatawan Serbu Kawah Ijen Setelah 18 Hari Ditutup Pasca Kebakaran

Ritual tentang kepercayaan adanya puyang, manusia harimau yang menjaga gunung dan bermukim disana sudah lama ditinggalkan.

Namun pada masa lalu, kepercayaan dan tradisi semacam itu masih ada tahun 1960-an.

Seiring dengan perkembangan ajaran agama baru, kebiasaan dan kepercayaan tersebut sudah ditinggalkan.

Sumber: Tribun Sumsel
Halaman 2/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas