Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Bocah SD Ditemukan Tewas Tanpa Kepala di Katingang, Diduga Koban Dibunuh Setelah Disodomi

Kepolisian berhasil mengungkap kasus penemuan mayat bocah tanpa kepala di Kecamatan Katingan Hulu, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Bocah SD Ditemukan Tewas Tanpa Kepala di Katingang, Diduga Koban Dibunuh Setelah Disodomi
istimewa
Korban bocah berumur 12 tahun warga Desa Tumbang Mahup , Kecamatan Katingan Hulu, Katingan Kalteng, saat jasadnya 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepolisian berhasil mengungkap kasus penemuan mayat bocah tanpa kepala di semak lokasi Tambang Emas Tanpa Izin (PETI), Desa Tumbang Mahup, Kecamatan Katingan Hulu, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah.

Diketahui, awalnya bocah SD berusia 12 tahun tersebut dilaporkan hilang sejak Selasa (3/12/2019) dan ditemukan dalam keadaan tewas tanpa kepala, Jumat (6/12/2019).

Keluarga korban sebelumnya melapor kepada polisi bila bocah berinisial H (12), warga Desa Tumbang Mahup, Kecamatan Katingan Hulu, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, telah hilang, Selasa (3/12/2019).

Baca: Misteri Senapan Angin yang Digunakan Membunuh Pasutri di Tulungagung

Selang tiga hari kemudian, Jumat (6/12/2019) pukul 16.00 wib, warga menemukan sesosok mayat tanpa kepala yang diduga bocah yang dicari tersebut.

Sebanyak sepuluh orang warga menemukan korban di lokasi penambangan emas tanpa izin (PETI) milik Didel.

Kemudian warga melakukan pencarian terhadap korban di sekitar Desa Tumbang Mahup.

Hendri, seorang warga mencium bau tidak sedap dan memanggil warga lainnya yang juga ikut melakukan pencarian.

Baca: Simpan Dendam, Mandor Tega Habisi Buruh Bangunan dengan Cara Keji: Pelaku Menyesal & Ngaku Berdosa

Rekomendasi Untuk Anda

"Warga menemukan asal usul bau tersebut dari dalam lubang bekas PETI," ujar Kapolres Katingan, AKBP Andri Siswan Ansyah, melalui Laporan Polisi yang diterima Polda Kalteng.

Kemudian seorang warga memanggil paman korban bernama Mirit yang langsung memeriksa asal bau tersebut.

Setelah diperiksa, Mirit melihat tubuh manusia yang diduga keponakannya.

Kemudian Mirit menyampaikan temuan tersebut kepada ibu korban.

Sementara seorang warga lainnya melaporkan penemuan mayat tersebut ke Kades Tumbang Mahup.

Jenazah korban kemudian diperiksa Dokter Forensik di RSUD Doris Sylvanus Palangkaraya.

Senin (9/12/2019), dipastikan bila jenazah tersebut benar bocah berinisial H yang hilang tiga hari sebelumnya.

Diduga korban sodomi

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas