Tribun

Divonis Hukuman Mati, Kurir Sabu 45 Kg Ini Langsung Lemas

Terdakwa Kurir sabu 45 kg Hasanuddin Alias Hasan Bin Suharyanto dihukum mati oleh Majelis Hakim yang diketuai Erintuah Damanik

Editor: Hendra Gunawan
Divonis Hukuman Mati, Kurir Sabu 45 Kg Ini Langsung Lemas
Victory Arival Hutauruk/Tribun Medan
Terdakwa Kurir sabu 45 kg Hasanuddin Alias Hasan Bin Suharyanto dihukum mati oleh Majelis Hakim yang diketuai Erintuah Damanik, Senin (9/12/2019) di Pengadilan Negeri Medan. 

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Terdakwa Kurir sabu 45 kg Hasanuddin Alias Hasan Bin Suharyanto divonis hukuman mati oleh Majelis Hakim yang diketuai Erintuah Damanik, Senin (9/12/2019) di Pengadilan Negeri Medan.

Pria berkacamata ini tampak hanya bisa tertunduk lemas dan hanya dapat menatap ke arah lantai dengan tatapan kosong. Tangannya terus mengepal setelah mendengarkan vonis mati tersebut.

"Terdakwa Hasan terbukti melanggar Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Dengan hukuman mati," tegasnya.

Baca: Jamaluddin Diduga Dibunuh Orang Dekat, Sang Istri dan Keluarga Jadi Bungkam

Baca: Babak Baru Kasus Pembunuhan Hakim Pengadilan Negeri Medan, Istrinya Diduga Terlibat

Baca: Kronologis Kematian Hakim Jamaludin, Sempat Terima Telepon Misterius

Baca: Kata Pengamat Hukum soal Kematian Hakim PN Medan

Dalam pertimbangannya, Majelis Hakim berpendapat hal yang memberatkan karena terdakwa melanggar hak azasi manusia karena dapat membahayakan jutaan generasi muda

Saat pembacaan amar putusan sang istri tampak hanya bisa mengintip dari pintu ruang cakra 6, sambil menggedong anaknya yang tertidur pulas.

Usai dibacakan, terdakwa langsung menyatakan banding kepada Majelis Hakim disusul Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nur Ainun yang juga ikut banding

Dalam pembelaannya, Hasan bahwa meminta keringanan dari Majelis Hakim atas tuntutan tinggi yang diberikan Jaksa Penuntut Umum.

"Saya meminta hati nurani Majelis Hakim dalam perkara ini, karena barang bukti juga tidak ada di saya. Saya sudah memiliki dua anak kecil berumur 1,5 tahun dan 4 tahun yang saya harus hidupi. Saya bermohon sekali, istri saya juga harus saya biayai," tuturnya.

Setelah dibacakan, Pengacara terdakwa, Tita Rosmawati juga menyampaikan pleidoinya.

Dimana ia menyebutkan bahwa terdakwa memohonkan keringanan hukuman dari jeratan hukuman mati.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas