Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Dugaan Polisi Soal Balita yang Meninggal Dunia di Parit & Kemungkinan Kepalanya Dimakan Reptil

Yusuf Achmad Ghazali bocah TK berusia 4 tahun yang hilang dan ditemukan meninggal dunia di parit, namun pihak kepolisian temukan kejanggalan ini.

Dugaan Polisi Soal Balita yang Meninggal Dunia di Parit & Kemungkinan Kepalanya Dimakan Reptil
HO/Dokumentasi keluarga-Tribunkaltim.co/Nevrianto Hardi Prasetyo
(Dari kiri ke kanan) Lokasi temuan mayat bocah tanpa kepala, ibu dan keluarga balita Yusuf berada di RS AW Sjahrani, foto balita Yusuf semasa hidup. 

TRIBUNNEWS.COM Yusuf Achmad Ghazali bocah TK berusia 4 tahun yang hilang dan ditemukan meninggal dunia di parit, namun pihak kepolisian temukan kejanggalan ini.

Apalagi penemuan jasad Yusuf ditemukan dalam kondisi yang tak wajar dan tak utuh.

Ditemukannya YAG (4) yang hilang sejak Jumat (22/11/2019) dalam kondisi mengenaskan setelah dititipkan di sebuah PAUD mendatangkan duka.

Hasil penyelidikan Polsek Samarinda Ulu, Kota Samarinda, Kalimantan Timur menyimpulkan sementara Yusuf Achmad Ghazali (4) murid PAUD Jannatul Afhtaal yang hilang diduga jatuh ke parit lalu terseret banjir melalui sistem drainase, Jumat 22 November 2019 lalu.

 Tak Diizinkan Melayat, Jerit Tangis Histeris Napi Saksikan Jenazah Orangtua Terbujur Kaku dari Sel

Dua pekan setelah kehilangan warga menemukan jasad tanpa dengan kepala di parit besar Jalan Antasari II diduga jasad Yusuf.

Polisi sedang menguji DNA.

Titik Yusuf hilang dengan lokasi penemuan jasad berjarak sekitar 4 kilometer.

Kedua lokasi ini terhubung melalui sistem drainase Karang Asam Kecil.

Namun, jika ditelusuri lebih jauh saluran parit yang menguhubungkan dua lokasi ini memiliki banyak hambatan seperti jaring besi penyaring sampah, bekas coran jembatan yang menyisahkan potongan besi hingga sedimentasi menutup ruang drainase. 

Jaring besi penyaring sampah di depan Kantor Dinas Kesehatan Kaltim diduga sulit ditembus jasad jika terseret banjir, Minggu (15/12/2019).
Jaring besi penyaring sampah di depan Kantor Dinas Kesehatan Kaltim diduga sulit ditembus jasad jika terseret banjir, Minggu (15/12/2019). (Kompas.com)

Disusuri tim Gemmpar Samarinda

Kompas.com menelusuri saluran sistem drainase dilokasi Yusuf hilang menuju lokasi penemuan, Minggu (15/12/2019).

HALAMAN SELANJUTNYA ==============>

Editor: Asytari Fauziah
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas