Ayu Selisa, Kerangka yang Ditemukan di Septic Tank Pernah Babak Belur Dipukuli Suaminya
Ia mengaku, ayah Edi, Waluyo dahulu pernah berbincang dengannya tentang kondisi suami saudara kembarnya.
Editor: Hasanudin Aco
Sebelum kerangka Seli ditemukan di septic tank, Edi gantung diri pada 11 November 2019 lalu.
Ia meninggalkan surat wasiat yang berisi akan menyusul eyangnya dan Seli yang sudah meninggal dunia.
Polisi terus mendalami dugaan Edi beraksi seorang diri atau ada pelaku lain dalam kasus ini.
"Masih pendalaman kita, di tahun 2009 siapa temannya, pergaulannya siapa ataupun setelah itu dia intens bergaul dengan siapa kita cari tahu dari saksi-saksi," ucapnya.
Berdamai
Waluyo, ayah Edi Susanto, mengatakan jika pihak keluarganya dan pihak keluarga Ayu Selisa (Seli) sudah berdamai terkait penemuan kerangka Seli di septic tank di Kasihan, Bantul, Yogyakarta.
Edi sendiri adalah suami Seli, yang menghilang sejak 2009.
Menurut kabar yang diterima Kompas.com, kedua pihak keluarga sudah bertemu untuk membicarakan kasus Seli.
"Sampun rampung, sampun damai. Kulo boten saget maringi penjelasan. Tangled teng kepolisian mawon (Sudah selesai, Sudah damai, saya tidak bisa memberikan keterangan silakan tanyakan pihak polisi saja," kata Waluyo saat ditemui wartawan di rumahnya, Jumat (27/12/2019).
Waluyo mengaku jika dia sudah mendatangi keluarga Seli saat pemakaman kerangka menantunya tersebut pada Rabu, 25 Desember lalu. Ia juga hadir di acara peringatan 7 hari penguburan Seli.
Waluyo juga mengaku sudah memberikan keterangan ke pihak kepolisian baik di kantor polisi maupun di rumahnya paska-penemuan kerangka.
Beberapa kali dia menjawab pertanyaan agar menanyakan ke pihak kepolisian terkait masalah itu.
Mengaku jarang bertemu Edi dan Seli
Menurut dia, Edi merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara. Dua kakak Edi pisah rumah dan sudah berkeluarga.