Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Menuju Kick-Off
00
Hari
00
Jam
00
Menit
00
Detik
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 16:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Kronologi Ayah di Jember Sekap Anak di Kandang Ayam, Ditelanjangi dan Diborgol

Seorang ayah berinisial EW (40) menyekap anak kandungnya sendiri, MI (13) di kandang ayam rumahnya, Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Kronologi Ayah di Jember Sekap Anak di Kandang Ayam, Ditelanjangi dan Diborgol
Surya
Ayah di Jember sekap anak di kandang ayam 

TRIBUNNEWS.COM - Seorang ayah berinisial EW (40) menyekap anak kandungnya sendiri, MI (13) di kandang ayam rumahnya, Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember.

Penyekapan tersebut terungkap setelah MI berhasil kabur pada Sabtu (11/1/2020).

Saat berhasil kabur dari penyekapan itu, MI ditemukan warga dalam keadaan telanjang.

Hal tersebut disampaikan oleh seorang warga setempat bernama Baidi, yang pertama kali didatangi oleh MI.

"Benar-benar telanjang, tidak pakai baju," ujar Baidi pada Minggu (12/1/2020), dikutip dari TribunMadura.com.

Baidi melanjutkan, tangan dan kaki MI saat ditemukan juga dalam keadaan diborgol.

"Dan yang membuat saya kaget, tangan dan kakinya diborgol," jelas dia.

Rekomendasi Untuk Anda

Menurut Baidi, bocah laki-laki tersebut disekap di kandang ayam rumah pasangan EW (40) dan HO (40).

EW adalah ayah kandung MI, sedangkan Ho merupakan ibu tirinya.

Polisi saat melepas borgol di kaki bocah MI yang diduga diborgol oleh orang tuanya ./ ilustrasi kandang ayam (kiri)
Polisi saat melepas borgol di kaki bocah MI yang diduga diborgol oleh orang tuanya ./ ilustrasi kandang ayam (kiri) (TribunMataram Kolase/ Suar.id/ Polres Sukorambi)

Menurut Baidi, keduanya menikah baru setahun terakhir.

MI kadang tinggal di rumah itu dan kadang di rumah saudaranya di Kecamatan Sumbersari.

Sehingga, ia mengaku kaget saat mengetahui MI berada di depan rumahnya dalam keadaan seperti itu.

"Kemarin kok tiba-tiba sudah di depan kios bensin saya ini dalam kondisi seperti itu," kata Baidi.

Baidi pun menduga, MI bisa kabur setelah meloncati pagar rumah di sebelahnya.

Ia menuturkan, tinggi pagar rumah itu sekitar 3 meter.

Halaman 1/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas