Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Polrestabes Makassar Tetapkan Enam Tersangka Pasca Bentrokan di Unismuh

Pascabentrokan di kampus Unismuh Kota Makassar, penyidik Polrestabes Makassar akhirnya menetapkan enam mahasiswa.

Polrestabes Makassar Tetapkan Enam Tersangka Pasca Bentrokan di Unismuh
Istimewa
Barang bukti diamankan penyidik Polrestabes Makassar terkait kasus bentrokan di Unismuh Makassar. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Darul Amri Lobubun

TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR - Pascabentrokan di kampus Unismuh Kota Makassar, penyidik Polrestabes Makassar akhirnya menetapkan enam mahasiswa.

Kasatreskrim Polrestabes Makassar, AKBP Indratmoko dikonfirmasi, Jumat (17/1/2020) malam mengatakan, enam tersangka itu mahasiswa teknik, RA (18), DE (23), RU (20), JA (21), MA (20), dan juga AG (23).

"Ada enam mahasiswa yang ditetapkan sebagai tersangka terkait penyerangan di kampus Unismuh itu," ungkap Indratmoko.

Keenam tersangka ini, awalnya ditangkap tim gabungan Polsek Rappocini dan Unit Satreskrim Polrestabes pascabentrokan.

Kapolsek Rappocini Kompol A Ashari menunjukkan anak panah busur yang ditemukan saat penyisiran di dalam kampus Unismuh, Kamis (16/1/2020) malam.
Kapolsek Rappocini Kompol A Ashari menunjukkan anak panah busur yang ditemukan saat penyisiran di dalam kampus Unismuh, Kamis (16/1/2020) malam. (Tribun-timur.com/Muslimin Emba)

Sebelumnya, dua kelompok mahasiswa di kampus Unismuh saling serang memakai senjata tajam, Kamis (16/1/2020) petang.

Indratmoko menjelaskan, para tersangka kedapatan membawa senjata tajam jenis busur, belati dan satu air softgun di lokasi.

"Mereka yang tersangka ini karena bawa senjata tajam dan juga air softgun, mereka dikenai UU Darurat," ujar AKBP Indratmoko.

Khusus MA, kata Indratmoko timnya akan minta keterangan saksi ahli soal senjata air softgun masuk kategori Senpi atau tidak.

Baca: Delapan Mahasiswa Unismuh Diringkus Polisi Pasca Terlibat Bentrok

Baca: Turis Malaysia Dikira Jambret Nyaris Diamuk Massa di Makassar, Terancam 12 Tahun Penjara karena Ini

"Kita nanti minta saksi ahli dulu itu masuk senjata api atau tidak. Kalau peruntukan melukai, ya itu masuk pidana," terangnya.

Halaman
123
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Dewi Agustina
Sumber: Tribun Timur
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas