Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Balita asal China di RSUD NTB Bukan Suspect Virus Corona, Sempat Panas 38 Derajat dan Diisolasi

Dalam keterangannya, Kepala Bidang Pelayanan Medis, Dinas Kesehatan NTB Made Wijaya membeberkan balita asal Hunan tersebut bukan suspect virus corona.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Ifa Nabila
zoom-in Balita asal China di RSUD NTB Bukan Suspect Virus Corona, Sempat Panas 38 Derajat dan Diisolasi
KOMPAS.COM/Fitri R
Seorang Petugas Medis di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB, seusai memantau kondisi pasien balita 1,5 tahun asal China yang dirawat karena mengalami demam tinggi, Senin (27/1/2020). Pasien belum dinyatakan suspect Corona 

TRIBUNNEWS.COM - Seorang balita berusia 1,5 tahun asal Hunan, China, dinyatakan negatif virus corona.

Balita tersebut dirawat di ruang isolasi Lantai II RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Dalam keterangannya, Kepala Bidang Pelayanan Medis, Dinas Kesehatan NTB Made Wijaya membeberkan balita tersebut bukan suspect virus corona.

Namun, kondisi balita tersebut masih dalam pantauan tim medis.

"Jadi belum bisa dikatakan suspect sebelum ada hasil uji laboratirium di Jakarta. Pasien ini masih dalam pemantauan kami, jadi jangan dibuat heboh dulu," ujar Wijaya saat ditemui seusai memantau kesiapan rumah sakit, Senin (27/1/2020).

Menurut Wijaya, balita tersebut adalah pasien yang membutuhkan layanan perawatan di Graha Mandalika RSUP Provinsi NTB, karena indikasi mengalami demam.

Namun, karena panasnya 38 derajat dan asal pasien tersebut dari China, maka pihak rumah sakit memberikan penanganan khusus.

Rekomendasi Untuk Anda

"Ya tentu kami khawatir, maka kami rawat di ruang isolasi, mengingat daerah asal pasien sedang terjangkit virus corona," kata Wijaya.

Wijaya menjelaskan, pasien awalnya mengalami panas mencapai 38 derajat, batuk dan susah menelan.

Namun, balita tersebut tidak mengalami sesak nafas.

Untuk itu, karena hanya memenuhi 3 kreteria mengenai indikasi virus corona, maka balita tersebut belum bisa dikatakan suspect virus corona.

Penentuan status tersebut masih harus menunggu hasil uji laboratirium di Jakarta.

Adapun, balita tersebut dan keluarganya adalah rombongan wisatawan yang akan menuju Gili Trawangan.

Namun, mereka singgah atau menginap di Senggigi terlebih dahulu.

Mereka datang melalui jalur laut di Denpasar, Bali. Saat berada di kawasan wisata Gili Trawangan, pasien mengeluh sakit tenggorokan dan demam, hingga sempat diperiksa di klinik.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas