Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Begini Cara Kapolresta Solo Antisipasi Tingginya Kriminalitas dan Hoaks Jelang Pilkada

Kapolresta Solo mengantisipasi tingginya kriminalitas dan berita hoaks jelang Pilkada.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Inza Maliana
Editor: Siti Nurjannah Wulandari
zoom-in Begini Cara Kapolresta Solo Antisipasi Tingginya Kriminalitas dan Hoaks Jelang Pilkada
Tribunnews.com/Inza Maliana
Dari Kanan Letkol Inf Wiyata Sempana Aji SE MDS dan Kombes Pol Andy Rifai SIK MH, dalam diskusi bertajuk 'Solo Merawat Toleransi' di gedung Tribunnews.com, Selasa (11/2/2020) 

Lanjut Andy, yang perlu untuk di antisipasi adalah jika ada warga yang belum bisa menerima perbedaan.

Kemudian orang itu mempengaruhi hal buruk kepada orang lain.

"Kalau belum terima perbedaan lalu diam tidak masalah, tetapi jika kemudian mempengaruhi orang lain untuk berbuat hal yang tidak baik, maka itu yang perlu kita antisipasi," tegasnya.

Menurut Andy, kepolisian sudah melakukan langkah-langkah yang sifatnya preventif, persuasif dan represif.

Hal itu guna menekan adanya tindak kriminalitas dan penyebaran hoaks di Kota Solo.

"Dari preventif kita sudah tugaskan anggota kami untuk selalu setiap saat memberikan edukasi dan berkomunikasi aktif dengan masyarakat."

"Hal itu mengenai arti pentingnya kita menjaga keberagaman yang ada di wilayah solo ini," tuturnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Selain itu edukasi diberikan terkait persoalan masyarakat yang harus dewasa dalam berdemokrasi di Kota Solo.

Lanjut Andy, kepolisian melakukan sosialisasi agar menggerakan masyarakat ikut berperan aktif menjaga kamtibnas.

"Kemudian secara persuasif kegiatan kita tentu saja dari patroli kemudian kegiatan seperti sosialisasi dengan masyarakat."

"Diharapkan setelah bersosialisasi, masyarakat bisa menambah wawasan supaya tidak mudah diprovokasi dan dihasut."

"Sehingga apabila ada permasalahan bisa memahami kemana harus bertanya supaya Kota Surakarta kita bisa terjaga," ujar Andy.

Terakhir, Andy menjelaskan soal tindakan represif yang dilakukan jajarannya untuk mengantisipasi adanya pelanggaran.

"Tindakan represif apabila ada pelanggaran hukum yang membuat terganggunya situasi di Surakarta, pasti akan kita lakukan penegakan hukum secara profesional dan terukur."

"Ini (tindakan preventif, persuasif dan represif) harus kita laksanakan dengan seimbang sehingga dinamika di Kota Surakarta bisa kita jaga," pungkasnya.

(Tribunnews.com/Maliana)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas