Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

WNA China Lulusan S2 Komunikasi Ini Teracam Hukuman Mati di Bali, Ini Kesalahan yang Dilakukannya

Seorang Warga Negara (WN) China, Ho Ping Kwong (43) menjalani sidang perdananya, Kamis (13/2/2020).

WNA China Lulusan S2 Komunikasi Ini Teracam Hukuman Mati di Bali, Ini Kesalahan yang Dilakukannya
ist
ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM, DENPASAR - Seorang Warga Negara (WN) China, Ho Ping Kwong (43) menjalani sidang perdananya, Kamis (13/2/2020).

Pria yang profesi sebagai sales di negara asalnya ini diadili, karena menyelundupkan 3 kilogram sabu-sabu.

Dalam sidang yang mengagendakan pembacaan surat dakwaan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendakwa Ping Kwong dengan dakwaan berlapis.

Terhadap dakwaan jaksa, terdakwa yang didampingi tim penasihat hukumnya tidak keberatan atau tidak berniat mengajukan eksepsi.

 

Dengan tidak diajukan keberatan, sidang akan dilanjutkan pada Kamis (20/2/2020) pekan depan, mengagendakan pemeriksaan keterangan para saksi yang dihadirkan jaksa penuntut.

Sementara dalam dakwaan ke satu dipaparkan Jaksa I Gusti Lanang Suyadnyana, bahwa terdakwa bergelar S2 bidang Komunikasi ini tanpa hak atau melawan hukum memproduksi, mengimpor, mengekspor atau menyalurkan narkotik golongan I bukan tanaman, yang beratnya melebihi 5 gram.

"Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana Pasal 113 ayat (2) Undang-Undang RI No.35 tahun 2009 tentang Narkotik," jelasnya dihadapan majelis hakim pimpinan I Wayan Gede Rumega.

 

Sedangkan dakwaan kedua, terdakwa Ping Kwong dikenakan Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang RI No.35 tahun 2009 tentang Narkotik.

Di mana terdakwa dinilai tanpa hak atau melawan hukum melakukan tindak pidana memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan narkotik golongan I yang beratnya melebihi 5 gram.

Pula dibeberkan dalam surat dakwaan, bahwa tindak pidana yang dilakukan terdakwa ini terjadi pada 4 Desember 2019 sekitar pukul 23.30 Wita bertempat di Terminal Kedatangan Internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai, Tuban Badung.

Kala masih berada di negaranya pada 29 November 2019, terdakwa bertemu dengan Hung Tsai.

Saat itu, Hung Tsai menawarkan terdakwa untuk menemani seseorang bernama Jacky untuk berangkat ke Bali dengan membawa narkotik jenis sabu yang diselipkan di dinding koper.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Sugiyarto
Sumber: Tribun Bali
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas