Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Tragedi Susur Sungai

Pembina Pramuka Tak Izin Pengelola Desa Wisata, Jumlah Tersangka Kemungkinan Bisa Bertambah

Wakapolda DIY Brigjen Pol Karyoto menyebut tersangka IYA tidak menguasai manajemen risiko dalam melakukan kegiatan susur sungai.

Pembina Pramuka Tak Izin Pengelola Desa Wisata, Jumlah Tersangka Kemungkinan Bisa Bertambah
Ist/Gandung Kusmardana
Proses evakuasi korban terakhir yang ditemukan Minggu (23/2/2020). 

TRIBUNNEWS.COM, SLEMAN - Seorang guru yang juga pembina pramuka SMPN 1 Turi, Sleman, DIY, ditetapkan sebagai tersangka terkait musibah susur sungai yang mengakibatkan 10 siswa tewas.

Wakil Kepala Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (Wakapolda DIY) Brigjen Pol Karyoto menyebut tersangka IYA tidak menguasai manajemen risiko dalam melakukan kegiatan susur sungai.

"Tersangka ini melakukan kelalaian, karena yang bersangkutan tidak menguasai manajemen risiko dalam kegiatan susur sungai," kata Brigjen Pol Karyoto di Rumah Sakit Bhayangkara Polda DIY, Minggu (23/2/2020).

Ia menyebut pemandu kegiatan susur sungai wajib memiliki wawasan yang lebih tentang manajemen bahaya.

"Dalam hal ini seharusnya disiapkan alat pengamanan yang cukup, pemandu profesional, pelampung, dan piranti keamanan lainnya. Dalam insiden ini dia tidak mempertimbangkan bahaya yang timbul," katanya.

Terlebih jumlah siswa yang ikut susur sungai mencapai 250 orang, sedang pembina atau pemandu yang diturunkan hanya enam orang.

"Susur sungai merupakan kegiatan cukup berat, seharusnya anak seusia SMP untuk latihan alam bukan berupa susur sungai, cukup kegiatan yang risikonya hanya kelelahan saja," katanya.

Baca: UPDATE Pasien Virus Corona per Senin, 24 Februari Pagi: 78.987 Terinfeksi, 2.469 Orang Meninggal

Baca: Berkat Jebakan Ini Warga Pergoki Remaja Klaten Puaskan Seksual dengan Jok Motor Dihias Pakaian Dalam

Menurut Wakapolda, siswa SMP belum mempunyai kondisi tubuh yang kuat untuk melakukan kegiatan susur sungai.

"Mereka ini usianya baru sekitar 12 tahun hingga 14 tahun. Secara fisik mereka kan belum begitu kuat untuk melakukan kegiatan susur sungai yang membutuhkan fisik yang kuat," katanya.

Selain itu tersangka IYA juga tidak memperhatikan kondisi cuaca di sekitar.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Dewi Agustina
Sumber: Tribun Jogja
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas