Fakta 77 Siswa di NTT Dipaksa Makan Kotoran Manusia, Ditemukan di Lemari hingga Disuapi Pakai Sendok
Sebanyak 77 siswa berasal dari Sekolah Seminari Bunda Segala Bangsa Maumere dihukum untuk memakan kotoran manusia.
Penulis: Indah Aprilin Cahyani
Editor: Garudea Prabawati

Salah seorang kakak kelas karena emosi mengambil kotoran manusia itu dengan sendok.
Mereka memaksa adik kelasnya menyentuhkan bibir dan lidahnya ke kotoran manusia tersebut.
Perlakuannya kepada setiap siswa pun berbeda.
Kemudian, dua kakak kelas itu meminta adik kelasnya untuk tidak menceritakan dari pembina dan orangtua.
Baca: Fakta 77 Siswa di NTT Dipaksa Senior Makan Kotoran Manusia, Disuapi Pakai Sendok hingga Muntah
Orangtua Minta Pelaku Dipecat
Namun, setelah kejadian ada seorang siswa yang ternyata menceritakan kejadian tersebut kepada orangtuanya.
Salah seorang orangtua siswa, Martinus merasa geram setelah mengetahui adanya penyiksaan yang dialami anaknya.
Martinus mendesak pihak sekolah untuk bertindak tegas dalam menghadapi pelaku.
Selain itu, ia juga menyebut kalau perlu pembina yang bersangkutan itu dipecat.
Baca: KPAI Kecam Peristiwa Siswa Dipaksa Makan Kotoran Manusia di NTT

Pasalnya, perbuatan itu dianggap sudah tidak manusiawi yang dilakukan pembina terhadap para siswa.
"Menurut saya, pihak sekolah beri tindakan tegas bagi para pelaku."
"Yang salah ditindak tegas. Bila perlu dipecat saja," ujar Martinus, dikutip Kompas.com.
"Saya juga memutuskan untuk pindahkan anak dari sekolah ini. Biar pindah dan mulai dari awal di sekolah lain saja," kata dia.
(Tribunnews.com/Indah Aprilin Cahyani) (Kompas.com/Nansianus Taris)