Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ditolak 5 Rumah Sakit, ODP Asal Pangandaran Ini Akhirnya Dirawat di Cilacap

Seorang ODP virus corona asal Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, dikabarkan ditolak di 5 rumah sakit

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Ditolak 5 Rumah Sakit, ODP Asal Pangandaran Ini Akhirnya Dirawat di Cilacap
Syarif Abdus Salam/Tribun Jabar
Ilustrssi: Seorang dalam pemantauan (ODP) virus corona asal Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, dikabarkan ditolak di 5 rumah sakit saat membutuhkan perawatan. 

TRIBUNNEWS.COM, PANGANDARAN - Seorang dalam pemantuan (ODP) virus corona asal Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, dikabarkan ditolak di 5 rumah sakit saat membutuhkan perawatan.

Karena tak ada rumah sakit yang menerimanya, pasien ODP asal Kabupaten Pangandaran itu dirawat di RSUD Cilacap, Jawa Tengah.

Dikutip dari kompas.com, Kepala Dinas Kesehatan Pangandaran Yani Ahmad Marzuki menceritakan, awalnya orang dalam pengawasan virus corona (ODP) itu beroabat di Puskesmas Mangunjaya, Kabupaten Pangandaran.

Pihak puskemas kemudian menghubungi sejumah rumah sakit terdekat untuk menampungnya.

Puskemas Mangunjaya mengontak Rumah Sakit Banjar, Ciamis, Tasik, dan dua rumah sakit di Banyumas.

Namun kelima rumah sakit itu beralasan ruang isolasi penuh.

Baca: FAKTA BARU Siswi MTs di Tasik yang Video Panasnya Tersebar, Pelaku Kembali Berulah & Beri Ancaman

Baca: Cara Deteksi Dini Virus Corona Secara Online Melalui hospital.umm.ac.id

Baca: Raffi Ahmad Ungkap Kejadian yang Membuatnya Jatuh Cinta pada Nagita Slavina

"Puskesmas sudah kontak Rumah Sakit Banjar, Ciamis, Tasik, namun ruangan isolasinya penuh," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran, Yani Ahmad Marzuki saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Sabtu (21/3/2020).

Rekomendasi Untuk Anda

Bantah Ditolak

Yani sekaligus membantah informasi yang beredar bahwa pasien ditolak di sejumlah rumah sakit.

Hal itu, kata dia, tidak benar.

"Bukan berarti (pasien) dibawa ke sana kemari. Diombang-ambing. Tetapi lewat telepon," jelasnya. Yani menjelaskan, pasien tersebut menderita demam tinggi selama empat hari di Jakarta. Suhu tubuhnya 38 derajat Celcius.

"Pengakuan pasien, ia sempat kontak dengan pasien positif covid di Jakarta. Kata dia, pasien positif itu sudah meninggal dunia," jelas Yani.

Pasien bukan warga Pangandaran

Dia melanjutkan, pasien ini kemudian hendak pulang kampung ke Cilacap, Jawa Tengah.

Namun karena istrinya berada di Pangandaran, ia akhirnya menuju Pangandaran.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas