Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Mahasiswi Tewas Diduga Usai Aborsi di Palembang, Dosen: IP-nya 3,00

Peristiwa ini menghebohkan warga setempat dan langsung dibawa ke Instalasi Forensik RS Bhayangkara Palembang.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Mahasiswi Tewas Diduga Usai Aborsi di Palembang, Dosen: IP-nya 3,00
istimewa
Potongan foto kejadian viral dimana jenazah perempuan ditemukan di wilayah Muhajirin IV Palembang. 

TRIBUNNEWS.COM, PALEMBANG -- Seorang mahasiswi ditemukan tewas di tempat kosnya di Jalan Sungai Sahang Muhajirin IV, Kelurahan Lorok Pakjo Palembang Selasa (7/4/2020).

Peristiwa ini menghebohkan warga setempat dan langsung dibawa ke Instalasi Forensik RS Bhayangkara Palembang.

Berdasarkan penuturan tim dokter Instalasi Forensik RS Bhayangkara yang sempat , mahasiswi ini meninggal dunia karena kehabisa darah lantaran mencoba melakukan aborsi.

Dugaan aborsi muncul lantaran ditemukan janin tak jauh dari keberadaan mahasiswi tersebut.

Baca: Dokter Herry Suryadi Sirath Meninggal Dunia Hari Ini, PDGI Pastikan Bukan Covid-19 Penyebabnya

Baca: Satu-satunya Penumpang Pesawat, Wanita Ini Dapatkan Layanan First Class

Baca: Ada 10.177 Orang dari 50 Perusahaan di Bantul Dirumahkan

Indra Nasution selaku salah satu dokter Forensik RS Bayangkara menyatakan bahwa meninggalnya perempuan tersebut tidak ditemukan kekerasan fisik saat pemeriksaaan di bagian tubuh luarnya.

Namun, saat pemeriksaan mayat ditemukan dalam keadaan menggunakan popok.

Dalam popok tersebut terdapat janin berusia sekitar 6 bulan.

Rekomendasi Untuk Anda

Sehingga menurutnya perempuan ini meninggal diduga akibat melakukan aborsi sendiri.

"Iya mayat Ika itu saat kita lihat masih menggunakan popok namun saat kita lihat popok tersebut berisikan Janin sekitar 6 bulan sehingga kita duga ia melakukan aborsi sendirian," terangnya.

Sehari pasca kejadian itu, Mulyadi selaku Kabag Humas PGRI Palembang mengatakan perempuan tersebut memang kuliah di sana.

Ia merupakan angkatan 2013 dengan Program Studi Pendidikan Matematika FKIP .

"Menurut informasi yang saya himpun, dia terakhir kali registrasi pada tahun 2018 lalu, dan tidak pernah mengikuti pembelajaran lagi setelah registrasi itu.

Padahal, dia pada saat itu tengah mengikuti proses bimbingan skripsi," katanya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon Rabu, (8/4/2020) pukul 13.30 Wib.

Lebih lanjut dirinya mengatakan kalau secara pribadi dirinya tidak terlalu mengenal sosok mahasiswi ini.

"Namun dari informasi dari prodinya yang saya dapatkan bahwa IU ini sehari-harinya merupakan mahasiswi yang baik dengan IPK terakhir 3,00," kata Mulyadi.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas