Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Prostitusi Online

Tiga Mucikari Ini Jual 600 Wanita, Foto dan Namanya Tersimpan di Ponsel

AKP Iwan Hari Purwanto mengatakan, dari ketiganya, polisi mendapati 600 nama dan foto perempuan

Tiga Mucikari Ini Jual 600 Wanita, Foto dan Namanya Tersimpan di Ponsel
Firman Rachmanuddin/Surya
Foto 600 korban yang ditawarkan oleh tiga mucikari yang ditangkap Polrestabes Surabaya 

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Polrestabes Surabaya telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka kasus prostitusi.

Kanit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya, AKP Iwan Hari Purwanto mengatakan, dari ketiganya, polisi mendapati 600 nama dan foto perempuan, korban yang dijajakan kepada pria hidung belang tersimpan dalam handphone ketiganya.

Mereka dinyatakan sebagai tersangka mucikari yang menjual jasa esek-esek wanita-wanita tersebut melalui prostitusi online.

Ketiganya adalah Lisa Semampow (48) warga Sidoarjo, Kusmanto (39) warga Semarang dan Dewi Kumala (44) warga Wiyung Surabaya.

Baca: Rupiah Hari Ini Kembali Menguat ke Rp 15.722 per Dolar AS, Berikut Kurs di 5 Bank Besar

Baca: Unik, Pengusaha Vietnam Ini Ciptakan Mesin ATM Beras Buat Warga Tak Mampu di Tengah Pandemi Covid-19

Baca: Polri Keluarkan 2 Surat Telegram Kapolri untuk Mendukung Pelaksanaan PSBB

"Total ada 600 perempuan yang menjadi anak buah para tersangka yang ditawarkan kepada pria hidung belang," kata AKP Iwan Hari Purwanto, Selasa (14/4/2020).

Setiap perempuan memilik tarif tersendiri dari harga Rp 2,5 juta hingga Rp 25 juta dan ditawarkan via Facebook dan WhatsApp.

"Yang menentukan adalah wajah korban, bentuk tubuh dan layanan. Itu yang membedakan tarif yang diberikan oleh para tersangka kepada pelanggannya," tambah Iwan.

Hasil penyelidikan, dari 600 orang perempuan yang jadi korban dalam kasus tersebut, memiliki latar belakang profesi yang berbeda.

"Ada yang pekerja kantor, SPG freelance dan mahasiswi," tandas Iwan.

Modus operasi mereka dibongkar setelah polisi melakukan penyelidikan dan undercover buy untuk memastikan praktik tersebut benar-benar ada.

Halaman
12
Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Surya
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas