Tribun

Virus Corona

Ribuan Mahasiswa Kalbar Disebut Tak Jujur Isi Data Penerima Bantuan Covid-19 Per Bulan Rp 600 Ribu

Bahkan dari 3.800 data yang mendaftar pada nomor perwakilan, sebagian besar tidak valid lagi.

Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Ribuan Mahasiswa Kalbar Disebut Tak Jujur Isi Data Penerima Bantuan Covid-19 Per Bulan Rp 600 Ribu
ist/kolase
Gubernur Kalbar Sutarmidji 

TRIBUNNEWS.COM, PONTIANAK - Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji mengeluhkan banyaknya mahasiswa asal Kalbar yang tidak jujur saat mendaftar bantuan tunai pandemi covid-19.

Bahkan dari 3.800 data yang mendaftar pada nomor perwakilan, sebagian besar tidak valid lagi.

Pemerintah Provinsi Kalbar memberikan stimulus berupa bantuan tunai kepada mahasiswa asal Kalbar yang berada di diluar daerah.

Pemprov Kalbar memberikan bantuan tersebut untuk mereka yang belum pulang dan tidak dibolehkan pulang karena adanya pandemi corona.

Gubernur Kalbar, Sutarmidji menambahkan Pemprov Kalbar terus berupaya membantu mahasiswa rantau.

Baca: Satu Keluarga Ditemukan Lemas dan Lapar di Kebun: Sang Ayah Kehilanghan Kerja Karena Pandemi

Baca: Harry dan Meghan Markle akan Rilis Foto Terbaru Archie di Ulang Tahun Pertamanya

Baca: Xiaomi Redmi Note 9 Resmi Rilis, Simak Spesifikasi Lengkap Ponsel Harga Rp 3 Jutaan

Baca: Sudah 7.748 Kendaraan ingin Mudik Diminta Putar Balik

"Untuk mahasiswa yang tidak pulang Insya Allah kita akan memberikan biaya tunai Rp 600 ribu perbulan untuk tiga bulan,"ucap Midji saat diwawancarai, Jumat (1/5/2020).

Sutarmidji menambahkan, pihaknya membuka pendaftaran untuk mahasiswa Kalbar yang tengah menuntut ilmu di luar provinsi itu.

Selama sehari pendaftaran hampir 4.000 orang mendaftar.

Namun setelah diverifikasi banyak mereka yang mendaftar tidak jujur dan memberikan data palsu.

"Begitu satu hari kita suruh hubungi satu nomor perwakilan Kalbar, yang daftar 3.800 orang. Begitu dilakukan verifikasi banyak yang tidak jujur," ungkap Sutarmidji.

Akhirnya Pemprov harus teliti dan detail betul memilahnya.

Agar bantuan sebesar Rp 600 ribu perbulan selama tiga bulan tidak salah sasaran.

Midji menerangkan, kalau yang sudah dicairkan itu mereka yang jelas berada di asrama-asrama Kalbar.

Mereka juga sering berhubungan dengan perwakilan, sehingga datanya terverifikasi.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas