Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Ada Ancaman Penculikan Dokter, Forkopkes Garut Minta Jaminan Keamanan

Selain kasus Covid-19 itu sendiri, kasus lainnya yang muncul adalah ancaman penculikan dokter hingga kantor

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Ada Ancaman Penculikan Dokter, Forkopkes Garut Minta Jaminan Keamanan
shutterstock
Ilustrasi corona virus (Covid-19) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Wijaksana

TRIBUNNEWS.COM, GARUT --Berbagai masalah justru timbul setelahada kasus Covid-19 di Pamengpeuk, Garut.

Selain kasus Covid-19 itu sendiri, kasus lainnya yang muncul adalah ancaman penculikan dokter hingga kantor kecamatan yang digeruduk rausan warga.

Forum Komunikasi Organisasi Profesi Kesehatan (Forkopkes) yang terdiri atas 13 organisasi membuat pernyataan sikap terkait meluasnya penyebaran Covid-19 di Garut.

Mereka menilai tata kelola manajemen penanggulangan Covid-19 belum efektif.

Ketua Forkopkes Garut, Edy Kusmayadi, mengatakan, pernyataan sikap itu ditujukan untuk tiga pihak.

Baca: Ketua DPR Serukan Gotong Royong Berskala Besar di Masa Pandemi Covid-19

Baca: Jawaban Ukurlah Berat 3 Alat Dapur di Rumahmu, Lalu Urutkan dari yang Paling Berat! Kelas 1-3 SD

Baca: Bisnis Terpukul Covid-19, AirAsia Pastikan Belum Ada PHK

Baca: Cara Jaga Kehamilan Selama Pandemi Virus Covid-19 Sesuai Usia Kandungannya

Selain kepada gugus tugas penanganan Covid-19, juga kepada masyarakat dan anggota profesi kesehatan.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kepada gugus tugas, kami memohon pemenuhan APD (alat pelindung diri) yang terstandar dan berlanjut di setiap level pelayanan kesehatan," ucap Edy di Sekretariat Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Garut, Senin (4/5/2020).

Edy juga meminta jaminan keamanan dan keselamatan kepada petugas medis selama proses penanganan Covid-19.

Ia berharap, kasus di Puskesmas Pameungpeuk tak terulang lagi.

"Kasus itu jadi introspeksi semua. Jangan sampai terjadi lagi," katanya.

Ketua PPNI Garut, Karnoto, menyebut kasus di Puskesmas Pameungpeuk jadi dasar pihaknya meminta perlindungan keamanan.

Pasalnya sempat ada ancaman penculikan kepada seorang dokter.

"Laporan ke saya, ada ancaman penculikan via WA. Tapi jangan terlalu dibesarkan," ucapnya.

Puskesmas Pameungpeuk sempat ditutup setelah ratusan warga menggeruduk kantor kecamatan.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas