Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Polisi Ungkap Dugaan Motif dan Kronologis Suami Istri Tewas di Jember

Polisi dapat temuan yang menunjukkan jika si suami sempat gagal gantung diri di dalam rumah sebelum akhirnya ditemukan tewas gantung diri di pohon

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Polisi Ungkap Dugaan Motif dan Kronologis Suami Istri Tewas di Jember
Istimewa
Istri tewas dalam kamar, suami tewas tergantung di Pohon, terjadi di Jember 

Laporan Wartawan Surya Malang Sri Wahyunik

TRIBUNNEWS.COM, JEMBER - Pihak kepolisian menduga, faktor ekonomi menjadi dugaan awal motif di balik peristiwa penemuan pasangan suami istri yang tewas Lingkungan Semenggu Kelurahan Bintoro Kecamatan Patrang, Jember, Jawa Timur Selasa (12/5/2020).

Pihak kepolisian juga menemukan rangkaian peristiwa yang menghebohkan masyarakat iti.

Dugaan awal sang suami, Ahmad Riyanto (31) diduga lebih dulu membunuh istrinya sendiri, Khotijah (32) sebelum bunuh diri.

Penyebabnya , diduga karena faktor ekonomi mengingat keluarga meeka diketahui sebagai keluarga kurang mampu.

Bukan itu saja, polisi juga mendapat temuan yang menunjukkan jika si suami sempat gagal gantung diri di dalam rumah sebelum akhirnya ditemukan tewas gantung diri di pohon.

Polisi masih menyelidiki kematian pasangan suami istri ini.

Rekomendasi Untuk Anda

Dari pemeriksaan polisi, Ahmad Riyanto meninggal akibat bunuh diri sedangkan sang istri, Khotijah meninggal dunia setelah mendapatkan tindak kekerasan.

Baca: Pengakuan Tukang Roti di Bogor Kubur Mayat Perempuan di Dalam Rumah: untuk Temani Istri

"Korban perempuan merupakan korban tindak kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Dia mengalami luka sobek di bagian kepala," ujar Kapolsek Patrang Iptu Solihin Agus Wijaya, Selasa (12/5/2020).

Khotijah mendapatkan luka tersebut akibat pemukulan seseorang. Dia dipukul memakai kayu.

Polisi menemukan kayu berlumuran darah di depan kamar tempat ditemukannya mayat Khotijah.

Tidak ada saksi mata yang melihat pemukulan tersebut.

Namun ada saksi yang melihat, sekitar pukul 13.00 Wib, Ahmad keluar dari rumahnya.

Baca: Terpuruk karena Corona, Sandi dan Emil Dardak Suntik Motivasi ke UMKM Jember Agar Kembali Bangkit

Peristiwa pemukulan terhadap Khotijah terjadi sekitar pukul 13.00 Wib tersebut.

Sementara penghuni rumah tersebut hanyalah empat orang yakni Ahmad, Khotijah, dan dua anaknya yang masih kecil.

Sumber: Surya Malang
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas