Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Emil Dardak Ungkap Alasan Jawa Timur Alami Tambahan Corona Tertinggi: Kapasitas Testing Meningkat

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak ungkap alasan wilayahnya mengalami tambahan kasus corona tertinggi di Indonesia, yakni meningkatnya testing.

Emil Dardak Ungkap Alasan Jawa Timur Alami Tambahan Corona Tertinggi: Kapasitas Testing Meningkat
Wartakota/Nur Ichsan
SILATURAHMI - Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak, melakukan kunjungan silaturahmi ke Kantor Redaksi Tribunnews Grup di Jakarta, Sabtu (14/3/2020). (Warta Kota/Nur Ichsan) 

TRIBUNNEWS.COM - Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak mengungkapkan alasan wilayahnya mengalami tambahan kasus harian corona tertinggi di Indonesia.

Ia mengatakan, peningkatan kasus corona bersamaan dengan peningkatan kapasitas testing.

"Kami menaruh atensi yang besar mengeni perkembangan kasus yang terjadi."

"Peningkatan ini bersamaan dengan peningkatan kapasistas testing dan upaya penelusuran secara masif yang dilakukan di segala lini," ujar Emil dalam tayangan Youtube KompasTV, Kamis (28/5/2020).

SILATURAHMI - Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak, melakukan kunjungan silaturahmi ke Kantor Redaksi Tribunnews Grup di Jakarta, Sabtu (14/3/2020). (Warta Kota/Nur Ichsan)
SILATURAHMI - Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak, melakukan kunjungan silaturahmi ke Kantor Redaksi Tribunnews Grup di Jakarta, Sabtu (14/3/2020). (Warta Kota/Nur Ichsan) (Wartakota/Nur Ichsan)

Baca: Sebut Surabaya Bisa Jadi seperti Wuhan, Ketua Rumpun Gugus Tugas: Ini Tak Main-main, Harus Disiplin

Emil pun menyebut, tambahan kasus corona terjadi di wilayah urban yang menyumbang setengah perekonomian di Jawa Timur.

Di antaranya terjadi di wilayah Surabaya Raya seperti Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Pasuruan, dan Mojokerto.

"Sebaran geografis kasus corona ini, sekitar lebih dari 55 persen kasus terfokus di satu wilayah saja."

"Kalau dipetakan ini terjadi di wilayah urban yang menyumbang sekitar 50 persen ekonomi di Jawa Timur," paparnya.

Emil pun menyebut kapasitas testing di Jawa Timur meningkat dari 1000 menjadi 1500 per hari.

Bukan hanya kapasitas testing saja yang meningkat, Emil mengatakan, ketersediaan reagen kit pun meningkat.

Petugas kesehatan beraktivitas di Rumah Sakit Lapangan Covid-19 Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur yang dibangun di Kompleks Gedung Pusat Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesehatan, Kota Surabaya, Jawa Timur, Kamis (28/5/2020). Rumah sakit lapangan yang mempunyai daya tampung 200 orang dan bisa dimaksimalkan hingga 500 orang itu kini sudah beroperasi dan merawat pasien Covid-19. Surya/Ahmad Zaimul Haq
Petugas kesehatan beraktivitas di Rumah Sakit Lapangan Covid-19 Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur yang dibangun di Kompleks Gedung Pusat Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesehatan, Kota Surabaya, Jawa Timur, Kamis (28/5/2020). Rumah sakit lapangan yang mempunyai daya tampung 200 orang dan bisa dimaksimalkan hingga 500 orang itu kini sudah beroperasi dan merawat pasien Covid-19. Surya/Ahmad Zaimul Haq (Surya/Ahmad Zaimul Haq)

Baca: Corona di Jawa Timur: Disorot Jokowi hingga Warga Protes PSBB di Surabaya dan Minta New Normal

Halaman
12
Penulis: Inza Maliana
Editor: Ifa Nabila
Sumber: TribunSolo.com
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas