Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Bulan Bung Karno

Masjid Ar-Rabithah, Katedral dan Taman Bung Karno

Bung Karno bersama dan istrinya Inggit Garnasih, Ratna Djuami (anak angkat), serta mertuanya, Ibu Amsi

Masjid Ar-Rabithah, Katedral dan Taman Bung Karno
POS-KUPANG.COM/MARKUS GOTI
Taman Bung Karno dengan patung dirinya di kawasan rumah pengasingan Bung Karno di Jalan Perwira Kabupaten Ende, NTT, Senin (1/6/2020). POS-KUPANG.COM/MARKUS GOTI 

Oleh wartawan Pos Kupang, laus markus goti

 TRIBUNNEWS.COM,ENDE-Bung Karno bersama dan istrinya Inggit Garnasih, Ratna Djuami (anak angkat), serta mertuanya, Ibu Amsi, bertolak dari Surabaya menuju Pelabuhan Ende dengan kapal barang KM van Riebeeck. Bung Karno dan keluarga kemudian menjalani masa pengasingan.

Baca: Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah: Bung Karno dan Pancasila

Cucu Haji Abdullah, Yanto Ambuwaru memaklumi, mengungkap banyak yang menganggap rumah pengasingan Bung Karno dengan hal-hal mistis. Ambuwaru menceritakan, banyak sekali cerita berbau mistis yang berkembang di masyarakat tentang rumah pengasingan Bung karno.

"Kalau kami sendiri yang sehari-hari di sini, kami merasakan apa-apa, apalagi itu rumah kakek, kami aman-aman saja," kata dia.

Baca: Di Pulau Ende Soekarno Tempati Rumah Haji Abdullah

Menurut Ambuwaru, saat di Ende Soekarno mencari dan ingin tinggal di rumah yang menghadap ke Timur atau ke arah matahari terbit."Dan rumah kakek saya itu menghadap ke timur dan kala itu mungkin satu-satunya rumah yang cukup bagus, yah rumah kakek saya," ungkapnya.

Ia mengungkap kembali, cerita berbau mistis yang berkembang di masyarakat hingga saat ini. Antara lain, ada suara-suara aneh dan bayangan hitam di rumah pengasingan.Dia katakan, mungkin setiap orang punya pengalaman berbeda-beda ketika ada di rumah pengasingan tersebut.

Baca: Ucapan Selamat Hari Lahir Pancasila 1 Juni, Beserta Kutipan Tokoh Soekarno hingga Joko Widodo

Tapi bagi Embaru dan keluarga rumah pengasingan itu sangat teduh dan nyaman.
Awambaru menuturkan, selama berada di Ende ada beberapa tempat penting yang perlu diketahui selama Bung Karno hidup di Ende, antara lain, Pelabuhan Ende, Pos Militer, Taman Bung Karno, Katedral dan Makam Amsi, Gedung Imakulata, Masjid Ar-Rabithah dan Eks Toko De Leew.

Keterangan Ambuwaru terkait tempat-tempat tersebut didukung dengan informasi yang diperoleh dari Booklet Revitalisasi Kawasan Bersejarah Bung Karno di Ende.

Pelabuhan Ende
Pelabuhan Ende merupakan lokasi berlabuhnya Kapal pengangkut Soekarno dan keluarga. Saat pelabuhan Ende menjadi pelabuhan yang cukup terkenal karena menjadi tempat berlabuhnya kapal-kapal dari berbagai daerah.

Pantauan Pos Kupang, kondisi pelabuhan Ende saat ini cukup baik, memiliki view yang menarik ke arah laut dan pulau. Warga sekitar sering memancing ikan di Pelabuhan tersebut. Sayangnya, tidak ada penanda bahwa Bung Karno pernah berlabuh di pelabuhan tersebut.
Pos Militer
Ketika menginjakan kaki di Ende, Bung Karno dan keluarga dibawa oleh prajurit Belanda ke Pos Militer (saat ini Markas POM). "Menurut cerita ayah, Bung Karno dikawal ketat oleh prajurit Belanda," ungkapnya.

Baca: Ganjar Pranowo: Hari Ini Terasa Betul Semangat Pancasila

Halaman
123
Editor: Rachmat Hidayat
Sumber: Pos Kupang
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas