Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Bulan Bung Karno

Masjid Ar-Rabithah, Katedral dan Taman Bung Karno

Bung Karno bersama dan istrinya Inggit Garnasih, Ratna Djuami (anak angkat), serta mertuanya, Ibu Amsi

Masjid Ar-Rabithah, Katedral dan Taman Bung Karno
POS-KUPANG.COM/MARKUS GOTI
Taman Bung Karno dengan patung dirinya di kawasan rumah pengasingan Bung Karno di Jalan Perwira Kabupaten Ende, NTT, Senin (1/6/2020). POS-KUPANG.COM/MARKUS GOTI 

Menurutnya, Bung Karno juga diawasi ketat oleh prajurit Belanda selama berada di Ende. Bung Karno juga diwajibkan melapor diri secara rutin di Pos Militer tersebut.

Taman Bung Karno
Embawaru menuturkan, Taman Bung Karno merupakan tempat Bung Karno beristirahat. Taman ini dekat Pantai Pelabuhan Ende. Di Taman ini ada pohon sukun bercabang lima, tempat favorit Bung Karno di bawah pohon sukun inilah Bung Karno mendapat mengenai butir-butir mutiara kebangsaan yang menjadi pokok-pokok pikiran Pancasila.

Di Taman ini telah dibangun patung Bung Karno berukuran besar, tampak Bung Karno tengah duduk memangku kaki melihat ke arah pantai. Sekeliling Taman ini dipagari seng, karena masih ada beberapa item taman yang belum selesai dikerjakan.

Bung Karno-Update Jadwal TVRI Belajar dari Rumah, Senin 1 Juni 2020: Film Soekarno - Ketika Bung di Ende.
Bung Karno

Masjid Ar-Rabithah
Masjid ini merupakan masjid yang paling sering dikunjungi Bung Karno untuk shalat jumat. Saat ini masjid tersebut digunakan untuk umat muslim untuk beribadah, kondisinya masih bagus. Sayangnya tidak ada penanda bahwa Bung Karno sering shalat jumat di masjid tersebut.

Baca: Wamen Budi Arie Pastikan Dana Desa di Kabupaten Ende

Katedral
Katedral Ende merupakan tempat Bung Karno membangun relasi pertemanan dengan para pastor. Di Katedral juga Bung Karno banyak membaca karena dia diberi keluasan untuk menggunakan perpustakaan di Katedral.

Gedung Pertunjukan Imaculata
Embawaru menuturkan, Gedung Pertunjukan Imakulata, merupakan tempat yang sangat penting karena di sanalah Soekarno menyuarakan perjuangannya untuk Indonesia merdeka.

Menurutnya, di gedung tersebut Soekarno bersama kelompok Kelimutu binaan Soekarno mementaskan tonil-tonil perjuangan. Menurutnya, kurang lebih ada tiga belas Tonil yang dibuat oleh Soekarno.

Baca: BLT Dana Desa Diperpanjang Hingga September, Mulai Juli Jumlahnya Berkurang Separuh Jadi Rp 300 Ribu

Antara lain, Dokter Setan, Rendo, Rahasia Kelimutu, Jula Gubi, Kut Kutbi, Anak Haram Jadah, Maha Iblis, Aero Dinamit, Nggera Ende, Amoek, Rahasia Kelimutu II, Sang Hai Rumba, dan 1945.

Sayangnya, gedung ini tidak terawat dengan baik. Banyak sampah berhamburan dan coretan di dinding. Juga tak ada penanda bahwa Soekarno pernah mementaskan tonil di Gedung tersebut.

Eks Toko De Leew
Eks Toko De Leew merupakan tempat Soekarno mengirim atau menerima surat. Bangunan asli toko ini sudah tak ada lagi dan tidak ada penanda yang menunjukan keterkaitan Soekarno dengan Eks Toko De Leew.

Baca: Tujuh Pramugari Cantik Penerbangan Jepang Bantu Petani Memanen Asparagus

Halaman
123
Editor: Rachmat Hidayat
Sumber: Pos Kupang
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas