Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Wawali Surabaya Whisnu Sakti Buana Jadi ODP Covid-19, Begini Kronologinya

dari 15 warga yang mulanya dinyatakan negatif corona, ternyata diralat oleh pihak Puskesmas Kedungdoro setelah kunjungan Whisnu

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Wawali Surabaya Whisnu Sakti Buana Jadi ODP Covid-19, Begini Kronologinya
ist
Rasa bahagia sekaligus curahan perhatian dilakukan Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana saat mengunjungi 

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA – Minimnya pendampingan medis bagi warga Kedung Turi, Kelurahan Kedungdoro Kecamatan Tegalsari Surabaya menjadi temuan Wakil Walikota Surabaya, Whisnu Sakti Buana.

Molornya informasi hasil swab test yang disampaikan kepada warga berdampak terhadap Whisnu Sakti Buana.

Wakil Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Surabaya ini menjadi ‘korban’.

Whisnu, saat ini harus menjalani karantina mandiri karena berstatus orang dalam pemantauan (ODP), setelah mengunjungi warga Kedung Turi.

Mulanya, Politisi PDI Perjuangan yang akrab disapa WS ini mendapat kabar pemulangan 15 warga yang tengah menjalani karantina di sebuah hotel kawasan Gubeng Surabaya, Sabtu pekan lalu.

Untuk menguatkan dan menyemangati warga, WS berniat untuk menyambangi beberapa warga pasca karantina tersebut.

Sekaligus ingin mendengar pengalaman selama menjalani karantina pada minggu sore kemarin.

Rekomendasi Untuk Anda

Saat itu, banyak warga karantina mengeluh dan melaporkan tidak adanya pendampingan tenaga perawat, selimut, hingga vitamin dan makanan membuat raut muka orang nomor dua di Pemkot Surabaya ini terkejut.

“Saya jadi tahu ternyata kondisinya seperti itu. Karena laporan yang sampai ke kami yang bagus-bagus saja. Ini temuan dilapangan,” terangnya.

Rasa terkejut WS tidak sampai disitu.

Sebab, dari 15 warga yang mulanya dinyatakan negatif corona, ternyata diralat oleh pihak Puskesmas Kedungdoro setelah kunjungan WS.

Lima diantara warga tersebut kembali dinyatakan positif.

“Iya ini saya akan melaporkan kepada Bu Wali. Kenapa Dinkes bisa kecolongan. Memulangkan warganya yang masih berstatus positif,” kata politisi PDI Perjuangan yang akrab disapa WS saat dikonfirmasi via ponsel, Rabu (3/6/2020).

WS menyatakan laporan temuan di lapangan menyoal fasilitas pendampingan tenaga medis, maupun data yang diralat sudah disampaikan via telpon kepada Walikota Surabaya Tri Rismaharini.

Alumnus ITS Surabaya ini sekaligus meminta izin kepada Risma untuk menjalani karantina mandiri.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas