FAKTA Pemkot Solo Tak Bisa Bayar Listrik: Hanya Mampu Bayar Sampai Juni, Ajukan Penangguhan ke PLN
Pemerintah Kota (Pemkot) Solo tak sanggup membayar tagihan listrik untuk kantor dan fasilitas publik.
Penulis: Indah Aprilin Cahyani
Editor: Muhammad Renald Shiftanto

Rudy kembali menekankan, anggaran Pemkot Solo habis untuk penanganan virus corona.
"Kemarin ditanya sama Pak Gubernur (Ganjar Pranowo) 'Solo benar tidak bisa membayar listrik ke PLN'," ujar Rudy.
"Saya jawab betul karena uangnya habis untuk penanganan Covid-19," sambungnya.
Rudy juga menyebut, rencananya tagihan listrik pada Juli hingga bulan berikutnya akan dibayarkan pada anggaran tahun 2021.
"Sudah kirim surat ke PLN. Nanti dibayar tahun 2021. Kan kita pernah punya utang juga," jelas Rudy.
Baca: Achmad Purnomo Mundur, Ketua DPD PSI Solo: Gibran Perlu Diberi Tantangan, Jangan Dibuat Menang Mudah
Baca: Razia Anak yang Pergi ke Pusat Keramaian, Wali Kota Solo: Kita Ingin Menyelamatkan Generasi Muda
Ajukan Penangguhan ke PLN
Sementara itu, Rudy mengatakan, Pemkot Solo telah mengajukan surat penangguhan pembayaran listrik ke PLN.
Ia menambahkan, penangguhan diajukan untuk tujuh bulan terhitung mulai Juni 2020.
"Bayar listrik kita utang, saya sudah kirim surat penangguhan pembayaran untuk listrik, telepon, dan air PDAM," terang Rudy, Jumat (5/6/2020), dikutip dari TribunSolo.
"Mau bayar pakai apa? Uang kita sudah habis untuk penanganan Covid-19 di Kota Solo," imbuhnya.
Rudy pun menegaskan, kondisi keuangan Pemkot Solo tidak memungkinkan untuk melakukan pembayaran tetap waktu.
“Kami masih ada dana untuk membayar sampai bulan Juni, kalau yang Juli dan seterusnya, tidak bisa," ungkap Rudy.
Baca: Sempat Dikabarkan Hilang, Satpam Perempuan Ini Ditemukan Tak Bernyawa di Sungai Bengawan Solo

Baca: Dinas Pendidikan Solo Siapkan Skenario Tahun Ajaran Baru, Sosiolog Sebut Kondisi Siswa Harus Dilihat
Respon PLN
Surat penangguhan pembayaran tagihan listrik telah dilayangkan dan mendapat respon dari PLN.