Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Berita Viral

Viral Curhatan Anak yang Orang Tuanya Cerai, Psikolog Beri Saran untuk Pasangan yang Bercerai

Psikolog beri tanggapan soal curhatan viral seorang anak yang orang tuanya bercerai. Begini saran psikolog untuk pasangan yang bercerai.

Viral Curhatan Anak yang Orang Tuanya Cerai, Psikolog Beri Saran untuk Pasangan yang Bercerai
Twitter @teethadid
Psikolog beri tanggapan soal curhatan viral seorang anak yang orang tuanya bercerai. Begini saran psikolog untuk pasangan yang bercerai agar anak tak merasa tertekan, cemas, ataupun depresi. 

TRIBUNNEWS.COM - Setiap perceraian dan perselingkuhan dalam rumah tangga akan membuat anak menjadi korbannya.

Hal itu diungkapkan Psikolog Keluarga dari www.praktekpsikolog.com di Bintaro, Jakarta Selatan, Adib Setiawan, S.Psi., M.Psi., Psikolog, saat menanggapi curhatan viral seorang anak yang orang tuanya bercerai.

"Ya memang setiap perceraian, perselingkuhan, yang jelas anak menjadi korban," kata Adib pada Tribunnews.com.

Viral curhatan seorang anak yang orang tuanya bercerai. Ia pun memprotes ayahnya yang selingkuh. Begini pengakuannya.
Viral curhatan seorang anak yang orang tuanya bercerai. Ia pun memprotes ayahnya yang selingkuh. Begini pengakuannya. (Twitter @teethadid)

Psikolog yang juga berpraktek di Klinik Terapi Anak dan Dewasa YPPI di Pondok Aren, Tangerang Selatan itu menilai, ada baiknya anak tersebut mampu mengungkapkan perasaannya melalui tulisan yang ia bagikan di media sosial.

Adib mengatakan, hal itu bisa membantu sang anak untuk memperoleh dukungan psikologis dari teman-temannya.

Pasalnya, menurut Adib, sebagian anak korban perceraian yang mengalami depresi dan kecemasan tidak mampu mengutarakan isi hatinya dan hanya memendamnya sendiri.

Baca: Video Viral Orang Tak Dikenal Tiba-tiba Merangsek Masuk Satbrimob Polda Sultra, Terduga Teroris?

"Ya beruntung dia mau curhat di media sosial, paling tidak dia bisa dapat dukungan psikologis dari teman-teman yang lain, karena banyak juga yang tidak mau curhat tapi dia menjadi depresi, menjadi cemas," terang Adib.

"Biasanya mereka mengalami depresi dan kecemasan juga sih, tapi paling tidak dengan dia mau curhat panjang lebar di sosmed, barangkali bisa memperingan yang dia alami saat ini, itu sesuatu hal yang positif," tambahnya.

Psikolog Keluarga Adib Setiawan, S.Psi., M.Psi. dari Yayasan Praktek Psikolog Indonesia (YPPI) (www.praktekpsikolog.com) yang beralamat di Bintaro, Jakarta Selatan.
Psikolog Keluarga Adib Setiawan, S.Psi., M.Psi. dari Yayasan Praktek Psikolog Indonesia (YPPI) (www.praktekpsikolog.com) yang beralamat di Bintaro, Jakarta Selatan. (Istimewa/Adib Setiawan)

Sementara itu, terkait curhatan anak korban perceraian yang mengatakan ia tidak lagi memiliki foto bersama ayah dan ibunya karena foto tersebut selalu dirampas oleh ibu tirinya, Adib menilai hal itu dikarenakan kecemburuan sang ibu tiri.

"Ibu tirinya mungkin masih cemburu dengan istri sebelumnya, jadi dompetnya (sang anak) kan dicek kemudian diambil fotonya," kata Adib.

Halaman
1234
Penulis: Widyadewi Metta Adya Irani
Editor: Ayu Miftakhul Husna
Sumber: TribunSolo.com
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas