Tribun

Petugas Butuh Waktu 4 Jam Evakuasi Korban Banjir Bandang di Luwu Utara yang Tertimbun Lumpur

Kondisi korban yang tertimbun lumpur dan pepohonan serta akses jalan yang hanya dapat dilalui dengan berjalan kaki membuat proses evakuasi cukup sulit

Editor: Dewi Agustina
zoom-in Petugas Butuh Waktu 4 Jam Evakuasi Korban Banjir Bandang di Luwu Utara yang Tertimbun Lumpur
Istimewa
Tim gabungan kembali menemukan korban banjir bandang yang terjadi di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Sabtu (18/7/2020) pukul 09.00 Wita. 

TRIBUNNEWS.COM, LUWU UTARA - Tim gabungan kembali menemukan korban banjir bandang yang terjadi di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Sabtu (18/7/2020) pukul 09.00 Wita.

Korban berjenis kelamin perempuan itu ditemukan tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Luwu Utara, BPBD Kota Palopo, Basarnas, Palang Merah Indonesia, Tagana Kabupaten Luwu Utara, Petugas Damkar Luwu dibantu dari unsur TNI/Polri beserta warga di Desa Radda, Kecamatan Baebunta, Kabupaten Luwu Utara.

Proses evakuasi korban yang belum teridentifikasi tersebut berjalan selama empat jam.

Baca: Ijazah dan SK Penting Milik Bupati Luwu Utara Indah Putri Terendam Banjir, Tetap Prioritaskan Warga

Kondisi korban yang tertimbun lumpur dan pepohonan serta akses jalan yang hanya dapat dilalui dengan berjalan kaki membuat proses evakuasi cukup sulit dilakukan oleh tim gabungan.

Berdasarkan keterangan Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jatim hingga hari ini dilaporkan ada sebanyak 36 jiwa meninggal dunia, 67 hilang, 51 luka dan dirawat serta 14.483 mengungsi di tiga kecamatan, antara lain Kecamatan Sabbang, Kecamatan Baebunta dan Kecamatan Masamba.

Dalam hal ini tim fokus dalam pencarian korban yang hilang.

Menurut perkiraan, korban masih bisa bertambah, sebab ada ratusan rumah yang tertutup lumpur hingga setinggi lebih dari 2 meter.

Selain itu masih ada lokasi yang belum dapat diakses.

Baca: Korban Meninggal Banjir Bandang Luwu Utara Capai 35 Orang, Ini Identitasnya

Kondisi tersebut tentunya menyulitkan tim dalam upaya melakukan pencarian para korban yang diduga banyak yang tertimbun lumpur atau terseret arus.

Tim juga mengerahkan beberapa alat berat jenis eskavator untuk memudahkan pencarian serta membersihkan akses jalan yang terputus akibat timbunan lumpur.

Wiki Terkait

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas