Belum Sepekan Gibran Terima Rekomendasi, Kisruh Terjadi di PDIP Solo, Seorang Kader Diduga Dikeroyok
Belum ada satu pekan Gibran Rakabuming Raka menerima rekomendasi sebagai Calon Wali Kota Solo, kekisruhan terjadi di internal PDIP Solo.
Penulis: Daryono
Editor: bunga pradipta p
"Intinya, rapat musyawarah anak ranting, saya beri sambutan menjelaskan kepada pengurus, kader, simpatisan, maupun tokoh masyarakat yang rawuh," tambahnya.
Baca: Rudy Mewajibkan Kader PDIP Memenangkan Gibran-Teguh, Minimal 64 Persen
Dalam sambutannya, Honda meminta para kader PDIP untuk memenangkan Gibran Rakabuming Raka dan Teguh Prakosa yang telah mengamankan rekomendasi partai.
"Setelah saya memberikan sambutan, pak Kasno lalu kembali memimpin rapat dan memberikan pengarahan," ujar dia.
Saat itu, lanjut Honda, kondisi masih kondusif dan semua menyimak pengarahan yang diberikan Kasno.
"Belum selesai memberikan pengarahan, tiba tiba mas Agung melempar kardus yang isinya snack ke arah depan," tutur Honda.
Adapun saat itu jarak antara Agung dengan Honda, Teguh, dan Kasno berjarak lebih dari 3 meter.
"Otomatis pas melihat itu, saya dan yang lain reflek menghindar takut terkena," ucap Honda.
"Habis itu saya bangun, sudah ramai mengerubung, saya mau melerai tapi sudah dibawa ke luar," tambahnya.
Honda mengaku tidak tahu menahu apakah ada pemukulan terhadap Agung.
"Saya tidak tahu, saya tidak melihat," akunya.
Terkait persoalan ini, Honda menyatakan PAC menyerahkannya kepada DPC.
4. Polisi Terima Laporan
Pihak kepolisian telah menerima laporan dugaan pengeroyokan yang menimpa Ketua Anak Ranting PDI Perjuangan di RW 028, Kelurahan/Kecamatan Jebres, Kota Solo, Agung 'Walet' Indrayoto.
Kapolresta Solo, Kombes Pol Andi Rifai menyampaikan laporan itu diterima langsung petugas piket.
"Tadi malam, kita mendapatkan laporan adanya kejadian itu, kemudian anggota yang piket langsung menindaklanjuti laporan," kata Andi, Senin (20/7/2020).
Andi mengungkapkan pihak saat ini telah memeriksa saksi-saksi dari pihak pelapor.
"Kita telah mendapatkan keterangan baik dari korban maupun saksi yang ada saat rapat konsolidasi," ungkapnya.
Unsur kekeluargaan, lanjut Andi, akan dikedepankan dalam menyelesaikan kasus dugaan pengeroyokan itu.
"Nanti kita utamakan, karena ini masih satu lingkungan organisasi," tuturnya.
(Tribunnews.com/Daryono) (TribunSolo.com/Adi Surya Samodra)
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.