Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Idul Adha 2019

Tanggapan KAI tentang Warga Potong Hewan Kurban di Pinggir Rel Kereta karena Lahan Terbatas

Lakukan kurban di pinggir rel, warga Sunter Agung mengaku sudah biasa dengan kereta yang lewat selama prosesi pemotongan hewan.

Tanggapan KAI tentang Warga Potong Hewan Kurban di Pinggir Rel Kereta karena Lahan Terbatas
Warta Kota/Junianto Hamonangan
Suasana pemotongan hewan kurban di pinggir rel kereta api di wilayah RW 01 Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (31/7/2020). 

TRIBUNNEWS.COM - Permasalahan lahan yang terbatas menyebabkan warga RW 01 Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara menyembelih hewan kurban di pinggir rel kereta.

Hal tersebut kemudian dikonfirmasi oleh Ketua Panitia Kurban Musala Nurul Yaqin, Masruri.

Masruri mengatakan, warga terpaksa menyembelih hewan kurban di pingir rel kereta karena tak adanya lahan yang memadai.

"Terus terang ini karena ada keterbatasan lahan. Dan ini kan ruang agak terbuka, ya setiap tahun seperti ini," ucap Masruri di lokasi, Jumat (31/7/2020).

Baca: Resep Bumbu Sate Kambing yang Tepat untuk Olahan Daging Kurban agar Empuk dan Tidak Amis

Baca: Bantaran Rel Jadi Lokasi Potong Kurban, Warga Kerumuni Lintasan Kereta demi Lihat Proses Pemotongan

Meskipun memang pihaknya sejauh ini memang belum pernah mengajukan permohonan kepada pemerintah setempat untuk pengadaan lahan pemotongan kurban.

Ia beralasan warga setempat sudah terlanjur menganggap pinggir rel kereta sebagai lokasi yang aman.

Sehingga mendukung sebagai lokasi penampungan dan pemotongan hewan kurban.

Apalagi kegiatan tersebut sudah berlangsung beberapa tahun silam.

pemotongan hewan kurban di pinggir rel kereta api
Suasana pemotongan hewan kurban di pinggir rel kereta api di wilayah RW 01 Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (31/7/2020).

Alhasil kereta yang melintas selama ini sudah lagi tidak menjadi sesuatu yang mengerikan bagi warga.

Terlebih, warga setempat juga sudah hafal dan paham jam-jam rawan kereta lewat.

"Sebenarnya kita sudah paham ya jadwal kereta. Mungkin yang rel satu keretanya dari sana, dari sekuriti PT KAI sendiri juga sudah mengerti," ucap Masruri.

Halaman Selanjutnya ------------->

Editor: Archieva Prisyta
Sumber: TribunnewsWiki
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas