Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pohon Pisang Unik dan Tak Wajar di Lamongan Hebohkan Warga, Tinggi 40 Cm tapi Sudah Berbuah

Pohon pisang di Lamongan Jawa Timur ini barangkali termasuk tumbuhan yang unik dan dinilai tak wajar.

Pohon Pisang Unik dan Tak Wajar di Lamongan Hebohkan Warga, Tinggi 40 Cm tapi Sudah Berbuah
surya/Hanif Manshuri
Ini pohon pisang milik Masroin yang jadi pusat perhatian masyarakat, Sabtu (8/8/2020) 

TRIBUNNEWS.COM- Warga Lamongan dihebohkan dengan adanya pohon pisang yang unik.

Pohon pisang setinggi 40 cm tersebut sudah berbuah.

Banyak warga yang berswa foto di samping pohon tersebut.

Pohon pisang di Lamongan Jawa Timur ini barangkali termasuk tumbuhan yang unik dan dinilai tak wajar.

Umumnya, pisang itu berbuah dengan pohon yang mempunyai ketinggian yang umum.

Namun tidak dengan pohon pisang milik Masroin (40), seorang warga Dusun Mencorek, Desa Sendangharjo, Kecamatan Brondong, Lamongan ini.

Sebab, pohon pisang dengan ukuran kerdil ini sudah mengeluarkan jantung pisang yang siap untuk berbuah.

Pohon pisang ini menurut pemiliknya diriwayatkan, bermula ketika dirinya menanam dua bibit pohon pisang di pekarangan rumahnya, sekitar 3-4 bulan yang lalu.

"Saya tanam pisang seperti umumnya saja. Dua pohon pisang jenis candi yang tanam, dengan bibitnya sama, " katanya, Sabtu, (8/8/2020).

Baca: Klepon Wijen Pisang Gula Merah, Camilan yang Bikin Lidah Bergoyang

Baca: Pantas Jadi Enak Banget, Ternyata ini Manfaat Makan di Atas Daun Pisang

Baca: Daftar Kuliner Legendaris di Semarang, Ada Pisang Plenet Sampai Nasi Koyor Kota Lama

Ini pohon pisang milik Masroin yang jadi pusat perhatian masyarakat, Sabtu (8/8/2020)
Ini pohon pisang milik Masroin yang jadi pusat perhatian masyarakat, Sabtu (8/8/2020) (surya/Hanif Manshuri)

Bibit pohon pisang waktu tanam, tingginya sama - sama 1 meter. Dua - duanya tumbuh dengan baik dan normal. Hanya saja kemudian kedua pohon pisang itu tidak tumbuh normal, lantaran bagian ujungnya kerap dimakan ayam hingga batang pohonnya habis.

Halaman
123
Editor: Miftah
Sumber: Tribun Jatim
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas