Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Gara-Gara Becak, Pria 65 Tahun ini Tewas di Tangan Anak Kandung

Istri korban, Boru Simanjuntak bersama anak-anaknya tampak menangis di samping jenazah korban

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Gara-Gara Becak, Pria 65 Tahun ini Tewas di Tangan Anak Kandung
NST
ilustrasi mayat 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Victory Arrival Hutauruk

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Seorang anak tega membunuh ayah kandungnya sendiri Elkana Pangaribuan (65) usai bertengkar di halaman rumahnya di Jalan Pantai Timur, Kelurahan Cintai Damai, Medan Helvetia, Senin (24/8/2020).

Tersangka merupakan anak ketiga dari 4 bersaudara bernama Eqwin Pangaribuan berumur 24 tahun.

Pengamatan wartawan www.tribun-medan.com, jenazah Elkana Pangaribuan sudah disemayamkan di rumah duka.

Terlihat bekas luka di keningnya.

Istri korban, Boru Simanjuntak bersama anak-anaknya tampak menangis di samping jenazah korban.

Diwawancarai awak media, Kepala Lingkungan II Kelurahan Cinta Damai, Herbert Sitorus, menyebutkan kronologi kejadian terjadi sekitar pukul 12.00 WIB.

Rekomendasi Untuk Anda

Keduanya berkelahi di halaman rumah.

Baca: Karyawati Otak Pembunuhan Bos di Kelapa Gading Sebut Korban Sering Ajak Bersetubuh dan Ejek Tak Laku

"Kejadian yang saya dapat dari masyarakat mereka bertengkar sekitar jam 12 siang. Dipukul dengan tangan kosong," tuturnya kepada Tribun Medan di lokasi.

Elkana Pangaribuan langsung terjatuh tepat di depan pintu dan langsung dibawa ke klinik terdekat.

"Tepat di pintu rumahnya si bapak sudah terjatuh. Lalu dibawa ke Klinik Serasi, sampai di sana korban sudah meninggal dunia," jelas Herbert Sitorus.

Setelah memukul ayahnya, pelaku langsung melarikan diri.

"Setelah itu si anak pergi lari, dibawanya juga istrinya," sebutnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa penyebab perkelahian akibat sang ayah tidak memberikan pelaku untuk menggunakan becak.

"Anaknya ini mau pakai becak ini, cuma ban becak itu diambil oleh almarhum karena enggak dikasihlah becak ini dipinjam. Itulah ngamuk si anak ini, kalau masalah dipukulnya kita enggak tahu berapa kali, jadi ini pakai tangan kosong tidak ada pakai alat. Pakai tangan saja mereka berkelahi. Selesai dipukulnya dia pergi dibawanya istrinya," ungkapnya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas