Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Jejak Pemukiman Tinggalan Bangsawan Majapahit Tidak Jauh dari Situs Patakan

Jejak arkeologi berupa kawasan pemukiman kuno ini diakui oleh Arkeolog Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan Jatim Wicaksono Dwi Nugroho

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Jejak Pemukiman Tinggalan Bangsawan Majapahit Tidak Jauh dari Situs Patakan
Surya/Hanif Manshuri
Diatara temuan benda kuno, pecahan keramik, koin kepeng dan petugas Disparbud di lokasi pemukiman kuno tinggalan bangsawan tak jauh dari Patakan 

TRIBUNNEWS.COM, LAMONGAN -  Jejak pemukiman diperkirakan berasal dari masa Majapahit ini ditemukan tak jauh dari situs Candi Patakan yang baru selesai ekskavasi tahap 4 yang berada di wilayah Lamongan.

Diduga loaksi itu dulunya adalah pemukiman kuno tinggalan para bangsawan.

Jejak arkeologi berupa kawasan pemukiman kuno ini diakui oleh Arkeolog Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan Jatim Wicaksono Dwi Nugroho.

Menurutnya, jejak pemukiman kuno tersebut ditemukan di perbatasan Desa Pamotan dan Desa Selorejo, Kecamatan Sambeng.

"Lokasinya tak jauh dari Situs Patakan, radius 10 km dari Desa Patakan. Namanya kawasan Alas Boto," kata Wicaksono Dwi Nugroho saat berbincang dengan wartawan, Selasa (29/9/2020).

Ia menemukan banyak benda-benda arkeologi dengan sebaran yang cukup luas yaitu 200 meter persegi di Alas Boto.

Baca: Menelusuri Jalur Pelesir Raja Agung Majapahit Hayam Wuruk (2)

Temuan benda-benda purbakala tersebut beragam, mulai dari pecahan tembikar, pecahan terakota hingga mata uang kepeng.

Rekomendasi Untuk Anda

"Sebenarnya sebarannya cukup banyak tapi banyak yang diambili warga saat mengelola lahan di kawasan Perhutani," jelasnya.

Diantara beberapa benda-benda purbakala yang ditemukan diantaranya, mata uang koin kepeng, hiasan terakota, pecahan keramik dan juga batu bata.

Ada juga batu lumpang yang sudah pecah dan juga pecahan miniatur rumah, kendi dan wadah serta tembikar halus.

Menurutnya, kalau dilihat, benda-benda purbakala itu dimungkinkan berasal dari masa Majapahit atau abad 15.

Kesimpulannya ? menurut Wicaksono, lokasi itu adalah sebuah kompleks perumahan atau pemukiman masa Majapahit.

Baca: 36 Santri Ponpes di Lamongan Positif Covid-19, Kondisinya Sehat, Diisolasi di Areal Ponpes

Bukan sekedar pemukiman, tapi pemukiman elit atau bangsawan dari abad 15 atau era Majapahit.

Kompleks permukiman cukup besar dan luas, dari temuan yang ada, pecahan tembikar halus, terakota maupun pecahan miniatur rumah ini adalah tinggalan para bangsawan di masa itu.

"Tembikar ini juga tembikar halus bergaya Majapahit," ungkapnya kepada TribunJatim.com.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas