Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Rumah Ibadah di Merangin Dibongkar dan Dijadikan Lahan Tambang Emas Ilegal, Sudah Dapat 4 Kg Emas

Bangunan musala di Dusun Nangko, Desa Tiga Alur sengaja dibongkar untuk dijadikan lokasi tambang emas ilegal.

Rumah Ibadah di Merangin Dibongkar dan Dijadikan Lahan Tambang Emas Ilegal, Sudah Dapat 4 Kg Emas
Tribun Jambi/Muzakkir
Ilustrasi aktivitas PETI di Hutan Produksi Tabir Barat. 

TRIBUNNEWS.COM, BANGKO - Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Merangin kini semakin merajalela.

Tak hanya menggarap sungai dan perkebunan saja, pelaku penambangan bahkan menjadikan rumah ibadah sebagai lahan tambang.

Sebut saja di Desa Tiga Alur, Kecamatan Pangkalan Jambu, Kabupaten Merangin.

Bangunan musala di Dusun Nangko, Desa Tiga Alur sengaja dibongkar untuk dijadikan lokasi tambang emas ilegal.

Informasi yang didapat, pembongkaran musala ini sudah dilakukan sejak beberapa waktu lalu.

Pembongkaran ini dengan dalih untuk melakukan pembangunan ulang rumah ibadah tersebut.

Namun dalam perjalanan, ternyata pembongkaran itu hanya untuk mengambil emas yang ada di bawah musala tersebut.

Menurut warga sekitar, sejak beroperasi sekitar dua bulan belakangan, pelaku penambangan sudah mendapatkan emas dengan jumlah yang fantastis.

"Kemarin saya dapat info kalau mereka sudah dapat 4 kg emas," kata warga sekitar yang meminta namanya tidak ditulis, Selasa (17/11/2020).

Emas yang didapat tersebut bukan emas butiran biasa, namun merupakan anak emas yang satu bongkahan emasnya lebih dari 1 kg.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas