Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Banjir di Tanjung Selamat, Deliserdang, Sumut, Warga Temukan Mayat Pria di Kompleks Perumahan

Seorang pria ditemukan meninggal dunia di Perumahan Griya Nusa III Tanjung Selamat, Kecamatan Sunggal, Deliserdang, Sumatera Utara.

Banjir di Tanjung Selamat, Deliserdang, Sumut, Warga Temukan Mayat Pria di Kompleks Perumahan
Tribun Medan/Victory
Seorang pria ditemukan meninggal dunia akibat banjir di Perumahan Griya Nusa III Tanjung Selamat, Kecamatan Sunggal, Deliserdang, Jumat (4/12/2020). 

Informasi yang dihimpun tribunmedan.id, ratusan warga sudah mengungsi di atap/genteng rumah dan di lantai dua rumah menunggu dievakuasi tim gabungan Basarnas dan Polri.

Ketinggian air sudah mencapai 2 hingga 3 meter dan sudah menutup rumah warga. Bahkan beberapa video menunjukkan mobil dan motor warga sudah hanyut tergenang air.

Hisar menuturkan saat ini tim gabungan Basarnas dan Polri sedang mengevakuasi warga.

Banjir besar merendam ratusan rumah warga yang berada di Komplek Perumahan De Flamboyan, Desa Tanjung Selamat, Sunggal, Deliserdang, Jumat (4/12/2020) dini hari.
Banjir besar merendam ratusan rumah warga yang berada di Komplek Perumahan De Flamboyan, Desa Tanjung Selamat, Sunggal, Deliserdang, Jumat (4/12/2020) dini hari. (Tribun Medan/Victory)

"Saat ini ada tiga Tim dari Basarnas, satu tim Sabhara, satu tim dari Arhanud dan satu tim dari Potensi yang ikut berjibaku mengevakuasi warga. Ini masih akan terus bertambah, hingga sekarang kita masih terus evakuasi," ungkapnya.

Ia menyebutkan bahwa perkiraan ada total 500 Keluarga yang terkena bencana ini.

"Ini di Perumahan De Flamboyan, taffsiran 500 KK, karena dari 1 jam yang lalu enggak ada berhentinya telefon saudara-saudara dari luar Medan juga. Diprediksi 500 KK, perumahan itu aja," tuturnya.

Ia menerangkan bahwa penyebab banjir ini karena tanggul yang jebol di Sungai Tanjung Selamat aliran Sungai Belawan.

"Ini akibat tanggul jebol di Sungai Belawan alirannya. Dua tahun lalu udah pernah jebol cuma ini beda karena setiap telepon itu seluruh yang kena dampak itu minta tolong," tuturnya.

Saat ini ia menjelaskan tim Basarnas masih mengevakuasi warga. Dan hingga saat ini belum ada korban jiwa.

Baca juga: Banjir di Lintas Tebingtinggi-Bajalinggei, Perjalanan Dua Kereta Api Siantar Ekspres Dibatalkan

"Sementara belum ada info korban jiwa, katanya ketinggian air 2 meter. Saya dapatkan langsung dari tim 2-3 meter tinggi airnya. Saat ini warga semua mengungsi, masih proses evakuasi. Sudah ada yang naik ke atap. Sementara negatif korban jiwa," pungkas Hisar.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: Dewi Agustina
Sumber: Tribun Medan
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas