Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kisah di Balik Dua Pasutri Tertarung dalam Pilkada di Ciamis, Ada yang Daftar Semenit Sebelum Tutup

Meski asli dari Desa Jagabaya, tapi Nana dan istrinya tinggal dan ber-KTP Desa Panawangan, Kecamatan Panawangan

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Kisah di Balik Dua Pasutri Tertarung dalam Pilkada di Ciamis, Ada yang Daftar Semenit Sebelum Tutup
Istimewa
Pasutri yang jadi calon Kades Jagabaya, Panawangan, Nana Juhana SPd (61) dan istrinya Dian Rahmawati Spd (40). Nana berhasil unggul dalam Pilkades Serentak. 

Meski ingin dan mendorong istrinya untuk mendaftar, menurut Nana, ia tetap berharap ada calon yang mendaftar.

“Kalau ada calon lain yang mendaftar, istri saya tidak akan jadi mendaftar. Tetapi ternyata tidak ada yang mendaftar,” katanya.

Sekitar setengah jam menjelang batas akhir pendaftaran pada perpanjangan waktu Rabu pukul 15.00, menurut Nana, ia dan istrinya Dian Rahmawati baru datang ke balai desa.

Namun tidak langsung mendaftar.

“Kami menunggu dulu di mobil di halaman balai desa. Menunggu kemungkinan ada calon lain yang mendaftar pada menit-menit terakhir tersebut.

Baca juga: Cara Cetak Surat Kelengkapan Syarat Pencairan BSU Guru Madrasah, LOGIN simpatika.kemenag.go.id

Kalau ada, istri saya tidak jadi mendaftar. Tapi 5 menit menjelang akhir batas waktu, tidak ada juga yang mendaftar barulah istri saya keluar mobil.

Dan kemudian menyerahkan berkas pendaftaran kepada panitia,” ucap Nana berkisah.

Rekomendasi Untuk Anda

Setelah dilakukan verfikasi persyaratan, kemudian Nana bersama istrinya ditetapkan sebagai calon. Dan ketika dilakukan pengundian nomor urut, Nana mendapat nomor urut 1 sementara istrinya, Dian yang sehari-hari menjadi guru honorer mendapat nomor urut 2.

Masa kampanye baliho masing-masing di pasang, visi misi juga disampaikan.

“Semua persyaratan termasuk visi-misi, saya yang bikin,” katanya.

Meski hari H Pilkades Serentak di Ciamis sempat dua kali ditunda, menurut Nana tidak sampai membuat ia cemas.

“Kami menghadapinya dengan santai saja,” ujar Nana yang pertama kali diangkat jadi guru PNS mengajar di SDN Kekesik 4, Banjarsari, Lebak, Banten tahun 1980 sampai 1994.

Setelah itu ia pulang ke Ciamis mengajar di kampung halaman di Jagabaya .

Setelah pensiun menjadi guru bulan Agustus 2019, menurut Nana, tak terpikir baginya untuk mencalonkan diri jadi kades.

Karena waktu itu ia lebih fokus mengisi masa pensiun dengan bertani, bercocok tanam jahe dan porang.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 2/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas