Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kronologi Pria Semprotkan Cairan Lem ke Pesepeda, Incar Perempuan Mirip Pujaan Hatinya

Seorang pria nekat melakukan teror dengan cara menyemprotkan cairan lem kepada pesepeda perempuan.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Kronologi Pria Semprotkan Cairan Lem ke Pesepeda, Incar Perempuan Mirip Pujaan Hatinya
KOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMA
Pelaku penyemprot perempuan yang sedang bersepeda dengan cairan lem, J (37) Warga Temanggung, Jawa Tengah saat di Mapolres Sleman.(KOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMA) 

TRIBUNNEWS.COM - Seorang pria nekat melakukan teror dengan cara menyemprotkan cairan lem kepada pesepeda perempuan.

Dalam melakukan aksinya, pelaku mengincar pesepeda perempuan yang mirip dengan pujaan hatinya.

Aksi teror itu dilakukan pelaku di wilayah Sleman sejak Oktober 2020.

Awalnya para korban mengira mereka disiram dengan air keras. Namun dari hasil pemeriksaan polisi, cairan yang mengenai para korban adalah cairn lem merk Dextone.

Polisi pun berhasil mengamankan pelaku penyemprotan lem G yakni J (37) warga Temanggung pada Minggu (27/12/2020) di sekitar Lapangan Denggung, Sleman.

Baca juga: Sakit Hati, Motif Teror Penyemprotan Air Keras kepada Pesepeda Wanita di Yogyakarta

Saat diamankan, pelaku sedang mencari korban pesepeda lainnya.

Ia mengaku telah tujuh kali melakukan aksi penyemprotan lem G kepada pesepeda perempuan.

Rekomendasi Untuk Anda

Aksi pertama ia lakukan di Jalan Palagan Ngaglik, Sleman pada 29 Oktober 20200.

Lalu di Jalan Magelang, Sleman tanggal 8 November 2020; Jalan Parasamya Tridadi, Sleman tanggal 30 November 2020 dan Jalan Gito Gati Sleman pada 24 Desember 2020.

Terakhir pelaku melakukan aksinya di Jalan Damai, Ngaglik, Sleman pada 25 Desember 2020.

Salah satu korban dari J adalah Putri seorang Guru Besar Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof Budi Wignyosukarto.

Baca juga: Pesepeda Tewas Ditabrak Pengendara Sepeda Motor, Berawal saat Menyeberang Jalan

Baca juga: Bukan Malam Hari, Polisi Sebut Jam Rawan Begal Pesepeda Justru Saat Pagi

Patah hati, incar perempuan mirip pujaan hatinya

Saat jumpa pers di Mapolres Sleman pada Senin (28/12/2020), J mengaku melakukan aksinya karena sakit hati kepada teman perempuannya.

Ia bercerita sempat dekat dengan perempuan idamannya. Namun ternyata pujaan hatinya tersebut menghilang tanpa kabar.

Menurut J, teman perempuannya itu senang bersepeda pada pagi hari saat akan bekerja.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas