Tribun

Mengenang 25 Tahun Tenggelamnya KMP Gurita di Sabang Aceh: 54 Penumpang Tewas, 284 Dinyatakan Hilang

KMP Gurita tenggelam antara 5-6 mil laut dari Perairan Teluk Balohan, Sabang. Hingga kini, bangkai kapal tidak berhasil diangkat dari dasar laut.

Editor: Dewi Agustina
Mengenang 25 Tahun Tenggelamnya KMP Gurita di Sabang Aceh: 54 Penumpang Tewas, 284 Dinyatakan Hilang
Dok Serambinews
KMP Gurita tenggelam di Perairan Ujong Seukee, Sabang, 19 Januari 1996. 

Laporan Wartawan Serambi, Masrizal

TRIBUNNEWS.COM, BANDA ACEH - Hari ini 25 tahun yang lalu, tepatnya pada 19 Januari 1996, Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Gurita tenggelam di perairan laut Sabang, Aceh.

Musibah ini terjadi ketika Aceh masih berstatus Daerah Operasi Militer (DOM).

Di tengah tidak menentunya kondisi Aceh, tiba-tiba berita duka datang dari tengah laut perairan Sabang.

Dari catatan sejarah, KMP Gurita tenggelam saat melakukan pelayaran dari Pelabuhan Malahayati, Aceh Besar, menuju Pelabuhan Balohan, Sabang pada Jumat 19 Januari 1996.

Baca juga: Kurang dari 2 Bulan 13 Kali Kecelakaan, DFW Indonesia : Keselamatan Kapal Nelayan RI Memprihatinkan

Malam itu, kapal feri buatan Jepang tahun 1970 itu mengangkut 378 penumpang.

Jumlah tersebut bukanlah kapasitas sebenarnya, karena muatan kapal hanya 210 orang.

Berdasarkan data yang dihimpun Serambinews.com dari Wikipedia, dari total 378 penumpang, 282 orang di antaranya warga Sabang, 200-an warga luar Sabang, serta 16 warga negara asing.

KMP Gurita tenggalam di Perairan Ujong Seukee, Sabang, 19 Januari 1996.
KMP Gurita tenggalam di Perairan Ujong Seukee, Sabang, 19 Januari 1996. (Dok Serambinews)

Saat itu, banyak penumpang diketahui ilegal.

Kapal tersebut, juga dipaksakan mengangkut barang yang jumlahnya mencapai 50 ton, seperti 10 ton semen, 8 ton bahan bakar, dan 15 ton tiang beton listrik.

Halaman
123
Ikuti kami di
Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas