Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Sergei Kosenko Dideportasi karena Buat Party Tanpa Prokes, Bukan Ceburkan Diri ke Laut Bersama Motor

Pihak Kakanwil Kemenkumham Bali Jamaruli Manihuruk menjelaskan, Sergei Kosenko dideportasi bukan lantaran videonya yang viral.

Sergei Kosenko Dideportasi karena Buat Party Tanpa Prokes, Bukan Ceburkan Diri ke Laut Bersama Motor
https://www.instagram.com/sergey_kosenko/
Sergei Kosenko Dideportasi karena Buat Party Tanpa Prokes, Bukan Ceburkan Diri ke Laut Bersama Motor 

TRIBUNNEWS.COM - Pihak Kakanwil Kemenkumham Bali, Jamaruli Manihuruk menjelaskan, Sergei Kosenko dideportasi bukan lantaran videonya yang viral.

Sebelumnya diketahui, bule asal Rusia ini menjadi bahan perbincangan karena membuat video menjatuhkan diri bersama motor yang ia kendari.

Saat itu dirinya juga ditemani seorang warga negara asing (WNA) lainnya yang membonceng di bagian belakang motor Honda C70 itu.

Sedangkan aksi tersebut terjadi di Pelabuhan Tanah Ampo, Karangasem, Bali pada Desember 2020 lalu.

Menurut Jamaruli, aksi nyeleneh bule Rusia itu tidak melanggar aturan keimigrasian.

Baca juga: Masih Ingat Bule Ceburkan Diri ke Laut Bersama Motor yang Videonya Viral? Begini Nasibnya Sekarang

"Dia ingin memamerkan yang dilakukan terjun ke laut itu di akun YouTube-nya, karena sedang viral di dunia yang banyak melakukan hal seperti itu."

"Kalau terjun ke laut itu dari sisi keimigrasian tidak melanggar. Tapi peraturan lain melanggar seperti yang saya sampaikan sebelumnya tadi," imbuhnya, Minggu (24/1/2021).

Ia menjelaskan, Imigrasi melakukan deportasi terhadap Sergei karena ia mengadakan party tanpa memperhatikan protokol Kesehatan di daerah Badung dan diunggah di akun Instagram @sergey_kosenko pada Senin tanggal 11 Januari 2021 lalu.

"Dimana kegiatan tersebut telah melanggar peraturan perundang-undangan yang berlaku salah satunya berupa Surat Edaran Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nomor 02 Tahun 2021 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Internasional Dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19)."

"Sehingga patut diduga yang bersangkutan telah melakukan pelanggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 75 ayat (1) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 Tentang Keimigrasian," jelas Jamaruli Manihuruk.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas