Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pernikahan Anak Tak Digelar Sesuai Primbon, Seorang Ayah Gantung Diri, Diduga Takut Kualat

Gara-gara pernikahan anak tak digelar seusai primbon, seorang ayah nekat gantung diri. Korban diduga takut kualat.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Miftah
zoom-in Pernikahan Anak Tak Digelar Sesuai Primbon, Seorang Ayah Gantung Diri, Diduga Takut Kualat
Pixabay
ILUSTRASI bunuh diri- Gara-gara pernikahan anak tak digelar seusai primbon, seorang ayah nekat gantung diri. Korban diduga takut kualat. 

TRIBUNNEWS.COM- Gara-gara pernikahan anak tak digelar seusai primbon, seorang ayah nekat gantung diri.

Korban diduga takut kualat.

Seorang pria paruh baya beinisial SY (52) ditemukan tewas tergantung di rumahnya, Desa Kedungwinangun, Kecamatan Klirong, Kebumen, Jawa Tengah, Senin (25/1/2021).

Kasubbag Humas Polres Kebumen, Polres Iptu Sugiyanto mengungkapkan, peristiwa tersebut pertama diketahui oleh istri korban sekitra pukul 03.45 WIB.

"Suami awalnya pamit mau pergi ke belakang sekitar pukul 03.00 WIB."

"Namun sudah berselang waktu 30 menit tak kunjung kembali," jelas Sugiyanto melalui rilis tertulis yang diterima, Selasa (26/1/2021).

Istri yang curiga lantas menyusul suaminya ke belakang.

Rekomendasi Untuk Anda

Namun, betapa terkejutnya saat ia melihat suaminya tewas tergantung di dapur.

Sang istri menjerit histeris hingga tetangga sekitar datang ke rumahnya.

Baca juga: Pemuda di Subulussalam Ditemukan Gantung Diri

Baca juga: Anak Korban Pembunuhan di Pakam Duga Ayahnya Dikeroyok

Dari hasil olah TKP, polisi tidak menemukan tanda mencurigakan yang mengarah ke tindak pidana.

"Berdasarkan bukti-bukti di lapangan yang kami peroleh, kuat dugaan yang bersangkutan sengaja gantung diri," terang Sugiyanto yang juga Pelaksanan Harian Kapolsek Klirong.

Usut punya usut, korban nekat mengakhiri hidupnya karena beban pikiran.

Padahal, dalam waktu dekat putranya akan segera naik ke pelaminan.

Namun, korban adalah penganut kejawen yang taat.

Sesuai kepercayaan, tanggal pernikahan dan perjodohan harus sesuai dengan kitab primbon.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas