Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kisah Pria yang Dipenjara di Rumah, Depresi Ayah Meninggal, Pernah Dirawat di RSJ, Kini Ingin Bebas

Kisah seorang pria yang 'dipenjara' di rumah sendiri datang dari Ponorogo, Jawa Timur.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Endra Kurniawan
zoom-in Kisah Pria yang Dipenjara di Rumah, Depresi Ayah Meninggal, Pernah Dirawat di RSJ, Kini Ingin Bebas
TribunJatim/Sofyan Arif Candra Sakti
Hengky Seryawan (27) dikurung di 'penjara' di rumah orangtuanya sendiri di Ponorogo - Kisah Pria yang Dipenjara di Rumah, Depresi Ayah Meninggal, Pernah Dirawat di RSJ, Kini Ingin Bebas 

TRIBUNNEWS.COM - Kisah seorang pria yang 'dipenjara' di rumah sendiri datang dari Ponorogo, Jawa Timur.

Pria tersebut bernama lengkap Hengky Seryawan (27).

Sudah sejak setahun terakhir, dirinya harus dikurung karena pernah mengalami gangguan kejiwaan.

Hengky ditempatkan dalam ruang sempit yang dibuatkan khusus bak penjara itu di Desa Grogol, Kecamatan Sawoo, Ponorogo.

Baca juga: VIRAL Video Wanita Hanya Pakai Bra dan Celana Dalam, Awalnya Dikira Gila, Ternyata Habis Putus Cinta

Ia sebenarnya telah beristri dan punya seorang anak.

Tapi ia sudah ditinggal istrinya dan anaknya kini tinggal bersama neneknya.

Sehari-hari Hengky tinggal di ruangan berukuran 2 x 2,5 meter yang dibangun di belakang rumahnya dilengkapi kamar mandi dan toilet.

Rekomendasi Untuk Anda

Ia hanya tinggal bersama ibunya, sedangkan ayahnya sudah meninggal dunia saat bekerja sebagai TKI di Malaysia.

Ibunya lah yang merawat Hengky termasuk memberi makan Hengky melalui lubang berbentuk persegi panjang berukuran 20 x 10 centimeter di ruang 'penjara' itu.

Hengky sendiri sebenarnya merasa keberatan dan ingin dirinya dibebaskan.

Bapak muda ini dengan lugas menceritakan apa yang dialaminya dari balik teralis besi.

Baca juga: Usai Hamili Anak Kandung, Pria Ini Paksa Korban Berhubungan dengan ODGJ untuk Hilangkan Jejak

Ia menyebut dirinya dikurung lantaran dinilai seringkali meresahkan warga dengan perbuatannya.

Warga menganggap Hengky gila karena pernah mengamuk dengan membawa senjata tajam.

"Awalnya itu saya mukul saudara saya, terus diikat tali terus dimasukkan sama warga di sini," kata Hengky.

Saat itu ia mengaku pasrah dan tidak bisa melawan karena ia sudah dipukuli warga.

Sumber: Surya Malang
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas