Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Riska Fitria & Aprilia Cinta Ternyata Dibunuh Oknum Polisi Gara-gara Titipan Paket Alat Mandi & Obat

Riska Fitria dan Aprilia Cinta dibunuh oknum polisi gara-gara titipkan paket alat mandi dan obat-obatan.

Riska Fitria & Aprilia Cinta Ternyata Dibunuh Oknum Polisi Gara-gara Titipan Paket Alat Mandi & Obat
istimewa
Oknum polisi Polres Belawan Aipda Roni Saputra menjadi tersangka kasus pembunuhan- Riska Fitria dan Aprilia Cinta dibunuh oknum polisi gara-gara titipkan paket alat mandi dan obat-obatan. 

Selanjutnya, Cahaya menyebutkan dari pengakuan Riska bahwa pelaku baru masuk piket di RTP pada tanggal 8 Februari.

"Terus pulang kerja itu dia ngasih kabar lagi, dibilangnya “Bulek dia nggak masuk, besok baru piket itu sekitar tanggal 8"," ungkapnya.

Baca juga: Sesosok Mayat Wanita Ditemukan Mengambang di Sebuah Kolam Pemancingan, Tewas karena Sakit

Baca juga: Seorang Suami Gorok Leher Istri di Pondok Sawah hingga Tewas, Korban dan Pelaku Sempat Bertengkar

Baca juga: Hendak Mandi Usai Hadiri Undangan, Bocah 7 Tahun Tewas Digigit Ular King Kobra di Tangan Kirinya

Ia menyebutkan bahwa sangat konyol alasan membunuh Riska Fitria dan Aprilia Cinta hanya dikarenkan sakit hati akibat sebuah paket.

"Makanya kubilang logika kitalah, dia anak perempuan anak gadis, kekmana kali rupanya dia nanya sama seorang polisi kalau kita bilang orang tua sampai sakit hati," ungkapnya.

Cahaya membantah ihwal keterangan polisi yang menyebutkan Riska nyelonong masuk untuk memberikan paket tersebut.

"Keterangan dari polisi kan dia hari Sabtu ngantar itu (paket), karena udah terlalu lewat jam besuk karena dia seorang PHL dia langsung masuk aja, jadi (pelaku) sakit hati, itu keterangan dari polisi dan kubaca di media itu," pungkasnya.

Diketahui, Aprilia Cinta (13) dan Riska Fitria (21) dicekik hingga tewas oleh Aipda Roni Saputra.

Keduanya sempat dibawa oleh pelaku ke salah satu hotel kelas melati di daerah Padang Bulan, Medan.

Kasubdit Humas AKBP MP Nainggolan menerangkan, setelah permasalahan terjadi di RTP, Roni Saputra kemudian membawa kedua korban tersebut ke hotel.

"Jadi setelah permasalahan kemarin, datanglah si korban dengan membawa satu orang temannya. Kemudian si pelaku ngajak mereka pergi. Tiga orang mereka di mobil. Ternyata dia membawa ke salah satu penginapan yang ada di daerah Padang Bulan," ungkapnya, Jumat (26/2/2021).

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: Miftah
Sumber: Tribun Medan
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas