Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Wali Kota Makassar Minta Pembangunan Twin Tower Bernilai Rp 1,9 Triliun Dihentikan, Ini Alasannya

Pembangunan gedung yang rencananya berlantai 36 itu disebut akan menelan anggaran hingga Rp1,9 triliun dengan target pengerjaan selama 18 bulan

Wali Kota Makassar Minta Pembangunan Twin Tower Bernilai Rp 1,9 Triliun Dihentikan, Ini Alasannya
PERSERODA SULSEL
Gambar rancangan proyek Twin Tower yang akan dibangun Perseroda Sulsel di kawasan CPI, Pantai Losari, Makassar, Sulsel 

TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR - Wali Kota Makassar, Danny Pomanto menyoroti proyek-proyek yang pernah ditangani oleh Pemprov Sulsel di bawah kepemimpinan Gubernur Sulsel non aktif Nurdin Abdullah.

Usai  menghentikan proyek pembangunan pedesterian di Jalan Metro Tanjung Bunga, Danny Pomanto menyoroti proyek gedung Twin Tower di kawasan Centre Point of Indonesia (CPI).

Wali kota berlatar belakang arsitek ini mengatakan, desain pembangunan Stadion Mattoanging berpotensi menimbulkan kemacetan panjang di sekitar stadion.

"Ide desain Twin Tower, ide desain Stadion (Mattoanging) itu bagus, tapi tempatnya yang salah.

Maka kalau ide itu mau digunakan, silakan cari tempat yang pas tata ruangnya," kata Danny kepada wartawan di Makassar, Rabu (3/3/2021).

Danny menegaskan 2 megaproyek yang digagas Nurdin Abdullah itu melanggar aturan tata ruang yang ada di Kota Makassar.

Baca juga: Update Vaksinasi 3 Maret :  2,1 Juta orang Terima Suntikan Vaksin Covid-19 Dosis Pertama

Dia tidak terima jika aturan tata ruang harus dilanggar demi sebuah proyek pembangunan yang besar.

"Apa gunanya kita bikin tata ruang kalau untuk dilanggar, itu contoh yang kurang bagus.

Masa kalau pelanggaran tata ruang orang kecil ditindaki terus kita suka-suka dengan tata ruang (kalau untuk pembangunan besar)," ujarnya.

Jika Pemprov Sulsel hendak membangun kawasan olahraga, kata Danny lokasi pembangunannya secara aturan tata ruang harus berada di wilayah Barombong.

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: Eko Sutriyanto
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas