Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kibo, Pemilik 240 Kg Ganja Divonis Hukuman Mati

Ganja itu dibeli Kibo dari Ismail yang saat ini masih dalam pengejaran polisi. Menurut jaksa, ganja yang dibeli seharga Rp 600.000 per kilogram.

Kibo, Pemilik 240 Kg Ganja Divonis Hukuman Mati
Handout
Terdakwa Muhammad Ricky Nasution alias Kibo divonis mati oleh majelis hakim yang diketuai Syafril Pardamean Batubara dalam sidang virtual di ruang Cakra 2 Pengadilan Negeri Medan, Rabu (10/3/2021). 

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Majelis hakim Pengadilan Negeri Medan, Sumatera Utara memvonis hukuman mati terhadap Muhammad Ricky Nasution alias Kibo (47), terdakwa pemilik 240 kilogram ganja.

Majelis yang dipimpin oleh hakim Syafril Pardamean Batubara menyatakan bahwa Kibo terbukti sebagai pemilik 240 kilogram ganja.

Sidang digelar secara langsung di ruang Cakra 2 Pengadilan Negeri Medan, dan diikuti secara virtual oleh terdakwa, Rabu (10/3/2021).

Dalam pertimbangannya, hakim menilai warga Kecamatan Medanpetisah, Kota Medan, itu tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan narkoba.

Hakim tidak menemukan pertimbangan yang meringankan pada diri terdakwa.

Baca juga: Simpan Ganja Sintetis, 2 Pemuda di Bandung Diamankan Polisi, Barang Bukti 29 Paket

Baca juga: Menantu Bunuh Mertuanya, Hidangkan Masakan Bercampur Racun Biawak, Polisi: 3 Kucing Ikut Mati

Kibo terbukti melanggar Pasal 114 ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

"Terbukti menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, menyerahkan atau menerima narkotika golongan satu dalam bentuk tanaman yang beratnya melebihi 1 kilogram atau 5 batang pohon. Menjatuhkan hukuman kepada terdakwa Muhammad Ricky Nasution alias Kibo dengan pidana mati," kata hakim Syafril saat membacakan amar putusan, Rabu.

Mendengar vonis tersebut, terdakwa yang didampingi penasihat hukumnya Tita menyatakan pikir-pikir.

Begitu juga dengan jaksa penuntut umum (JPU) Buha Reo Cristian Saragih.

"Kita pikir-pikir dulu," kata Tita kepada wartawan.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Dewi Agustina
Sumber: Kompas.com
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas