Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Persaingan Bisnis Jual Beli Kambing, Dua Bersaudara Bunuh Adik Ipar di Ogan Ilir

Kasus pembunuhan dipicu persaingan bisnis jual beli kambing terjadi di Ogan Ilir, Sumatera Selatan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Sanusi
zoom-in Persaingan Bisnis Jual Beli Kambing, Dua Bersaudara Bunuh Adik Ipar di Ogan Ilir
Kompas.com
Ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM, OGAN ILIR - Kasus pembunuhan dipicu persaingan bisnis jual beli kambing terjadi di Ogan Ilir, Sumatera Selatan.

Sebelumnya, warga Desa Pulau Negara, Kecamatan Pemulutan Barat, Kabupaten Ogan Ilir digegerkan dengan penemuan mayat pria, Minggu (7/3/2021) sekira pukul 10.00 WIb.

Saat ditemukan, mayat pria tersebut penuh luka bacok, di antaranya di kepala, leher, dan tangan.

Belakangan korban diketahui bernama Ian Saputra (31), warga RT 08, Dusun IV, Desa Sungai Pinang II, Kecamatan Sungai Pinang.

Korban pun langsung dibawa ke RS Bhayangkara Palembang untuk dilakukan visum guna mengetahui penyebab kematian.

Setelah dilakukan pemeriksaan luar terhadap korban, dokter menjumpai ada banyak luka bacok di tubuh korban.

Baca juga: Kronologi Pedagang Kambing Dibunuh Saudara Ipar di Ogan Ilir, Pemicunya Dendam Persaingan Bisnis

"Kita jumpai ada luka bacok memang di sebagian tubuhnya baik di kedua tangannya, kepala di bagian belakang, punggung korban itu memang terkena luka bacok," kata Dokter Forensik RS Bhayangkara Palembang, dr Indra Nasution SpF dilansir dari sripoku.com.

Rekomendasi Untuk Anda

Dokter Indra menyebut, luka yang paling parah diterima korban berada pada bagian kepala depan.

Tulang tengkorak korban sampai pecah akibat sayatan benda tajam yang dilakukan pelaku.

Luka itulah yang kemungkinan besar menyebabkan korban meninggal dunia.

"Telinganya sama di pipi korban juga mengalami luka, total sebanyak lima luka bacok. Selebihnya itu karena korban mengelak saat terkena senjata tajam," katanya.

Sementara itu, usai dilakukan visum pihak dari kedokteran forensik tidak menemukan adanya bekas luka dari benda tumpul.

Korban kemungkinan meninggal sejak ditemukan sekira enam jam.

Korban yang ditemukan dalam posisi berada di air dikatakan dokter Indra kemungkinan besar korban meninggal terlebih dahulu sebelum dibuang ke air.

Setelah menjalani visum, jenazah korban pun langsung dibawa pihak keluarga ke rumah duka di Dusun IV, Desa Sungai Pinang II, Kecamatan Sungai Pinang, Ogan Ilir.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas